Informasi Kesehatan

Bahaya Duduk Terlalu Lama di Tempat Kerja

Ilustrasi-duduk-terlalu-lama.jpg

WHO: Depresi Adalah Penyakit Bukan Sekedar “Mood”

Keadaan depresi pada seseorang merupakan suatu penyakit, bukan…

10 Faktor Yang Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi

Naiknya tekanan darah kerap tidak disadari oleh mereka…

Tekanan Darah Tinggi Bisa Merusak Ginjal

  Hipertensi atau tekanan darah tinggi bukan hanya…

Terkadang duduk terlalu lama tidak dapat dihindari, apalagi jika berurusan dengan masalah pekerjaan dan segala hal yang harus diselesaikan di kantor. Misalnya saja, Anda mesti membuat laporan atau rapat berjam-jam dengan klien Anda.

 

Namun, tahukah Anda bahwa duduk terlalu lama ternyata dapat menyebabkan sejumlah bahaya yang menurunkan tingkat kesehatan dan kebugaran Anda?

Berikut 9 bahaya duduk terlalu lama di tempat kerja yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

1. Bahaya Terhadap Jantung dan Pankreas

Saat Anda duduk terlalu lama, aliran dalam pembuluh darah melambat, sehingga semakin sedikit lemak tubuh yang terbakar. Jika hal ini terjadi, maka asam lemak dapat dengan mudah menyumbat jantung.

Sebuah penelitian yang telah diterbitkan pada Journal of The American College of Cardiology memaparkan hasil penelitian dengan objek wanita yang duduk rata-rata hingga 10 jam per hari dapat memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan dengan yang hanya duduk 5 jam atau kurang.

Di lain sisi, kemampuan tubuh untuk merespon insulin dipengaruhi oleh lamanya Anda duduk saat bekerja. Semakin lama Anda duduk, akan menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah berlebih, yang kemudian dapat menyebabkan penyakit diabetes.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Diabetologia membuktikan bahwa orang yang duduk lebih lama memiliki risiko terkena diabetes dan penyakit jantung dua kali lebih besar dibandingkan yang tidak membiarkan dirinya duduk terlalu lama.

Duduk lebih dari 8 jam juga diasosiasikan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 90%.

2. Peningkatan Risiko Kanker

Bahaya duduk terlalu lama ternyata juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kolon, kanker payudara, dan kanker endometrium (dinding rahim).

Mekanisme peningkatan risiko kanker jenis tersebut belum diketahui secara pasti, namun diduga akibat berlebihnya produksi insulin yang mempromosikan pertumbuhan sel sehingga ada sejumlah sel yang tumbuh tidak terkendali dan menjadi tumor.

Saat badan bergerak aktif, antioksidan dapat bekerja dengan baik untuk menghilangkan risiko kanker karena adanya peran radikal bebas. Kebalikannya, saat duduk terlalu lama diduga antioksidan tidak bekerja maksimal sehingga radikal bebas lebih banyak terkandung dalam tubuh.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine, duduk terlalu lama dapat menyebabkan risiko kanker paru-paru meningkat sebanyak 54%, kanker kolon sebanyak 30% dan kanker dinding rahim sebanyak 66%.

Alasan lainnya yang menyebabkan hal ini dapat dikaitkan dengan penambahan berat badan karena kurang bergerak, disfungsi metabolik, disfungsi leptin, dan perubahan hormon yang dapat menyebabkan kanker.

3. Memperlambat Pencernaan Makanan

Jika Anda termasuk orang yang langsung kembali duduk di belakang meja kerja setelah makan siang, maka sebaiknya Anda berhati-hati. Duduk terlalu lama apalagi dilakukan setelah makan, menyebabkan isi perut tertekan, sehingga memperlambat proses pencernaan makanan.

Pencernaan yang lambat kemudian dapat menyebabkan perut kram, kembung, konstipasi, serta ketidakseimbangan mikroba baik yang membantu pencernaan makanan.

4. Postur Tubuh Memburuk

Saat duduk terlalu lama di kantor, leher dan bahu menegang, dikarenakan Anda terlalu lama menahan leher di posisi menghadap ke komputer atau mengerjakan hal lainnya.

Hal ini dapat menyebabkan tulang belakang juga ikut menegang dengan ketidakseimbangan permanen yang kemudian pada akhirnya menyebabkan leher, bahu, dan punggung pegal-pegal.

Bahaya duduk terlalu lama juga menyebabkan tekanan pada tulang belakang lebih besar dibandingkan dengan saat berdiri. Sekitar 40% orang  yang mengalami masalah pada punggung dan sering mengeluh sakit punggung merupakan mereka yang duduk sangat lama menghadap komputer di tempat kerja sehari-harinya.

Otot-otot di bagian punggung seharusnya tidak statis, bergerak untuk berekspansi dan berkontraksi yang menyebabkannya dapat menyerap darah serta nutrisi. Duduk terlalu lama menyebabkan hilangnya fleksibilitas otot.

Menurut data dari American Chiropatic Association (ACA), sebanyak 31 juta orang Amerika mengalami sakit punggung yang kebanyakan karena alasan duduk terlalu lama saat bekerja.

5. Terjadi Degenerasi Otot

Berdiri, berjalan, dan menggerakkan ubuh dapat mengencangkan otot, terutama otot perut. Kebalikannya, saat duduk maka otot-otot mengendur dan dapat menyebabkan pelemahan otot.

Bagian pinggang juga dapat mengalami keluhan saat duduk terlalu lama, dikarenakan otot-otot di bagian pinggang menjadi kaku dan bergerak sangat terbatas serta jarang berelaksasi. Keluhan pada bagian pinggang juga dapat menurunkan mobilitas otot pinggang yang menyebabkan seseorang terjatuh secara tiba-tiba saat berjalan.

6. Kaki yang Kurang Sehat

Bahaya duduk terlalu lama juga diderita oleh organ tubuh kaki. Saat duduk terlalu lama, sirkulasi aliran darah di kaki sangat buruk, yang dapat menyebabkan pembengkakan pergelangan kaki, varises, serta penggumpalan darah yang dikenal dengan DVT (deep vein thrombosis).

Jika kaki banyak digerakkan sesederhana banyak berjalan, atau berolahraga dengan berlari, tulang pada kaki menjadi lebih padat, sehingga menjadikannya lebih kuat. Kebalikannya, saat kaki lama tidak digerakkan dapat menyebabkan tulang merapuh bahkan meningkatkan risiko osteoporosis.

Duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan kaki mati rasa, atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah neuropati, yaitu gangguan syaraf pada kaki sehingga fungsinya berkurang.

7. Kadar Kolesterol Meningkat

Sebuah penelitian di Australia meneliti seberapa besar pengaruh lamanya duduk terhadap peningkatan kolesterol. Hasilnya, studi tersebut menunjukkan bahwa untuk setiap konversi 2 jam posisi duduk menjadi berdiri, partisipan penelitian memiliki kadar trigliserida (lemak) total berkurang hingga 11%.

Mengganti waktu duduk dengan berjalan bahkan memiliki hasil yang lebih signifikan. Setiap dua jam partisipan berjalan dibandingkan dengan duduk diam, kadar trigliserida berkurang hingga mencapai 14%.

Hal ini berpengaruh pada indeks massa tubuh yang lebih baik dan juga lingkar tubuh yang berkurang. Terbukti bahwa bahaya duduk terlalu lama dapat pula menyebabkan peningkatan kolesterol.

8. Menyebabkan Obesitas

Oleh karena kadar trigliserida di dalam tubuh tidak banyak terkonversi menjadi energi dan malahan meningkatkan kadar kolesterol, duduk terlalu lama dapat berdampak obesitas atau kelebihan berat badan.

Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa orang yang mengalami obesitas memang duduk lebih lama sekitar 2,5 jam dibandingkan orang yang berat badannya normal.

9. Menurunnya Kemampuan Otak

Seseorang yang terlalu lama duduk di belakang meja kerja, menyelesaikan berbagai macam masalah di kantor, mengatur jadwal, serta melakukan aktivitas yang sangat memerlukan pemikiran kritis dapat mengalami penurunan kemampuan otak.

Otak menjadi terlalu lelah serta ‘berkabut’ karena duduk terlalu lama di tempat kerja. Hal ini dikarenakan tidak adanya asupan darah dan oksigen segar ke dalam otak, yang hanya bisa didapatkan seseorang saat menggerakkan otot.

Bergerak juga dapat mengeluarkan hormon yang mencegah stres, dan juga meningkatkan mood. Saat tubuh terlalu lama berdiam di satu tempat tanpa pergerakan, otak justru akan bekerja melambat.

Itulah 9 bahaya duduk terlalu lama yang tentunya tidak ingin Anda alami. Jika memang Anda tidak dapat menghindari duduk terlalu lama saat bekerja, cobalah untuk menjadwalkan pergerakan tubuh setiap setengah jam sekali seperti pergi ke toilet, berjalan di sekitar kantor dan berinteraksi dengan rekan kerja, atau melakukan beberapa latihan otot yang dapat dilakukan sambil duduk.

 

source : duniakaryawan.com

TEMUKAN