Informasi Kesehatan

8 Kiat Persiapan Fisik Anak Agar Kuat Puasa

Bukan bakat, ini rahasia yang menentukan kesuksesan seseorang

Orang sukses punya karakter diri berbeda dari orang…

Ini Cara Sehat dan Enak Makan Mi Instan

Saat lapar melanda saat tidak ingin repot memasak…

Pakar : Pertolongan Henti Jantung Pada Menit Pertama

Dokter Spesialis Kardiovaskular Jetty Sedyawan mengatakan tujuh hingga…

Bulan Ramadan merupakan momen yang baik untuk mengenalkan anak akan makna ibadah dan puasa. Namun kadang ada kekhawatiran anak tidak kuat puasa atau jatuh sakit ketika berpuasa. Jangan khawatir dulu, ini dia delapan kiat persiapan fisik agar si Kecil kuat puasa.

1. Jangan bangunkan anak terlalu pagi

 

Anak-anak setidaknya membutuhkan tidur di malam hari selama 8 jam untuk menjaga kesehatannya. Sekalipun ia harus bangun lebih pagi untuk sahur, usahakan agar jam tidurnya tidak banyak berkurang.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda membangunkan si Kecil mendekati waktu Imsak. Selain itu, saat malam hari, ajak anak tidur lebih dini. Jumlah jam tidur yang cukup sangat penting agar stamina buah hati Anda terjaga selama menjalani ibadah puasa.

2. Berikan karbohidrat kompleks dan protein saat sahur

Contoh dari karbohidrat kompleks adalah nasi, roti gandum, dan oat. Sedangkan contoh dari protein adalah telur, ikan, daging, tahu, dan tempe. Dua jenis makanan tersebut sangat penting untuk dikonsumsi saat sahur karena mengandung kalori yang tinggi dan dapat menahan rasa lapar cukup lama.

Sementara itu, konsumsi karbohidrat sederhana seperti sirup, teh manis, dan permen harus dihindari saat sahur. Karbohidrat sederhana seperti ini sangat cepat diserap oleh tubuh sehingga rasa lapar akan lebih cepat datang.

3. Tetap berikan sayur dan buah saat sahur dan berbuka

Selain membantu menahan lapar, sayur dan buah mengandung vitamin dan mineral yang tak dapat dibuat sendiri oleh tubuh. Vitamin dan mineral dari sayur dan buah bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga si Kecil tak mudah jatuh sakit saat berpuasa.

4. Atur strategi agar kebutuhan kalori anak tetap tercukupi

Meskipun waktu makan anak berkurang, Anda harus mengatur strategi agar kebutuhan kalori anak tetap tercukupi. Usahakan saat sahur, anak mengonsumsi karbohidrat kompleks, protein, dan sayur. Lalu menjelang waktunya adzan, berikan ia segelas susu.

Setelah itu saat berbuka, jangan langsung berikan makanan dalam porsi yang banyak. Tindakan tersebut justru menyebabkan rasa kenyang datang dengan cepat dan akhirnya tak banyak makanan yang bisa dikonsumsi anak. Sebaliknya, ajak anak berbuka dengan makanan yang mengandung karbohidrat sederhana dulu. Misalnya kolak atau sup buah yang diberi susu.

Sekitar 45–60 menit kemudian, berikan ia makanan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat kompleks, sayur, protein, dan buah. Menjelang tidur, berikan lagi segelas susu bagi si Kecil.

5. Ajak anak tidur siang

Saat berpuasa, umumnya rasa lapar paling dirasakan pada pukul jam 12–15. Untuk mengatasinya, ajak si Kecil tidur siang pada waktu tersebut. Atau jika anak Anda sudah tidak terbiasa tidur siang, ajak ia melakukan permainan yang menarik sehingga ia lupa dengan kelaparan yang dirasakan. 

6. Libatkan anak dalam menyiapkan menu sahur dan berbuka

Agar anak lebih antusias menikmati makanan saat sahur dan berbuka, libatkan si Kecil saat menyusun menu. Hal ini terbukti efektif meningkatkan asupan makanan anak.

7. Biasakan untuk sahur dan berbuka bersama

Salah satu keindahan berpuasa adalah menikmati kebersamaan dengan keluarga di meja makan saat sahur dan buka puasa. Biasakan untuk sahur dan berbuka bersama anak agar ia juga merasakan indahnya menjalankan ibadah puasa bersama keluarga.

Kapan Anak Perlu Berpuasa?

Secara medis sebenarnya tak ada aturan baku mengenai usia mulai berpuasa. Dalam ajaran agama Islam, anak yang belum akil balig juga tak harus berpuasa. Namun secara medis, umumnya anak mulai dapat diajarkan untuk berpuasa saat sudah berusia empat tahun ke atas.

Tentunya pada awal latihan, puasa tidak dapat langsung dilakukan dalam waktu penuh dari imsak hingga beduk Magrib. Mulailah mengajarkan puasa secara perlahan, mulai dari dua jam dan ditambah secara perlahan.

Jadi jangan ragu untuk mengajari anak untuk menjalankan ibadah puasa. Lakukan enam kiat di atas agar si Kecil kuat berpuasa dan kesehatannya tetap terjaga.

 

[NP/ RH]

 

sumber : klikdokter.com

TEMUKAN