Informasi Kesehatan

Agar Anak Tidak Mudah Lapar Saat Puasa, Bunda dan Ayah Dapat Lakukan Ini

anak_puasa.jpg

Supaya Kakak Tidak Cemburu kepada Adik Barunya, Terapkan Tips ini!

Kehadiran adik tidak jarang memicu perasaan cemburu pada…

Daftar Manfaat Ikan Lele bagi Kesehatan Anak

Di Indonesia, terdapat beragam jenis ikan yang aman…

Pentingnya Cukupi Asupan Cairan Anak untuk Perkembangan Kognitifnya

Tak hanya mencegah dehidrasi, mencukupi kebutuhan cairan anak…

Banyak orang tua yang melatih anak puasa sedini mungkin, atau mungkin ia sendiri yang berinisiatif untuk berpuasa. Sayangnya, praktiknya kadang tak mudah. Anak mengeluh lapar, haus, capek, padahal masih siang. Jangan khawatir, ada trik yang bisa dicoba agar puasa anak berjalan lancar.

Orang dewasa atau yang sudah terbiasa mungkin lebih mampu menahan lapar dan haus. Namun, bagi anak-anak apalagi yang baru belajar puasa, ini bukanlah hal mudah. Jadwal makan anak tiga kali sehari plus ngemil hanya bisa dilakukan saat sahur dan berbuka puasa.

Meski sering kali tak mudah bagi anak untuk berpuasa, tapi jika dilatih pelan-pelan, anak nantinya tentu akan terbiasa

Ciri-Ciri Anak Mulai Tak Tahan Berpuasa

Karena kebanyakan anak belum terbiasa berpuasa, apalagi puasa sehari penuh, orang tua perlu mengenali tanda-tanda ia mulai tak tahan berpuasa. Tanda yang paling terlihat adalah ia meminta atau sampai merengek untuk makan atau minum.

Paling umum, menurut dr. Devia, ciri-cirinya adalah gelisah, rewel, dan sulit konsentrasi. Ketiga ciri ini sebenarnya adalah tanda dari anak yang kelaparan. Kalau sudah begini, orang tua perlu mengambil keputusan, apakah dengan mengalihkan perhatian mereka atau membolehkan mereka untuk membatalkan puasanya.

Mengapa Anak Lebih Sulit Menahan Lapar dan Haus Ketika Berpuasa?

Tidak dimungkiri bahwa anak-anak lebih sulit menahan godaan lapar dan haus. Saat ia merengek, banyak orang tua yang tak tega, yang akhirnya membolehkannya ”buka puasa” lebih cepat. Hal tersebut merupakan masalah ”klasik” pada anak-anak yang puasa, apalagi yang Ramadan kali ini adalah pengalaman puasanya yang pertama. Oleh karena itu, biasanya orang tua membatasi waktu puasa mereka hanya sampai jam 12 siang atau puasa setengah hari.

Menurut dr. Devia Irine Putri, ada beberapa alasan kenapa anak-anak lebih sulit menahan lapar dan haus. Meski tidak bisa disamaratakan, tapi anak-anak cenderung lebih sulit menahan diri. "Mungkin karena anak-anak masih belajar untuk menahan diri. Anak-anak juga cenderung aktif jadi banyak energi yang terbuang, jadinya tidak tahan untuk tidak makan," kata dr. Devia kepada KlikDokter

Ya, sebenarnya ada banyak alasan mengapa anak-anak sulit menahan lapar saat puasa. Tapi yang disebutkan di atas adalah alasan paling umum yang membuat mereka tidak tahan sampai waktunya berbuka.

Cara Anak Tak Mudah Lapar di Siang Hari pada Saat Puasa

Walaupun sering kali sulit, tapi jika dilatih pelan-anak, lama-lama anak akan terbiasa. Supaya anak tak mudah lapar dan tetap semangat untuk berpuasa, coba trik ini!

1. Ajak Anak untuk Bersantai atau Istirahat

Umumnya anak merasa lapar dan haus antara jam 12 siang hingga jam 3 sore. Untuk mengatasinya, ajak anak untuk tidur siang pada waktu tersebut. Sayangnya, tak semua anak mau atau suka tidur siang. Pada akhirnya, si Kecil akanngambek ketika disuruh tidur. Untuk menyiasatinya, Anda bisa mengajaknya bersantai di sofa atau tempat tidur. Ceritakan sesuatu yang menarik atau berkhayal bersama anak. Tanpa disadari pastinya, waktu berlalu dan waktu berbuka puasa pun sudah dekat Siapa tahu di tengah-tengah bersantai, si Kecil akan merasa mengantuk dan akhirnya tertidur.

2. Bermain Bersama atau Buat Sesuatu Hal yang menarik

”Anda bisa ajak anak melakukan permainan yang menarik, sehingga ia lupa dengan kelaparan yang ia rasakan,” ujar dr. Resthie. Apa saja jenis permainan yang menarik? Pastinya, hindari yang penuh dengan aktivitas fisik. Anda bisa mengajaknya bermain board game atau pun membuat kemah di dalam kamar. Anda juga bisa melakukan aktivitas yang disukainya. Misalnya, bermain musik atau menggambar bersama. Pastinya, anak akan sibuk menata permainan yang tengah dibuat. Rasa lapar pun bisa terlewatkan.

3. Buat Tradisi Ngabuburit antara Anda dan Anak

Sembari memanfaatkan waktu berbuka puasa, lakukanlah hal-hal menyenangkan atau ciptakan rutinitas atau tradisi ngabuburit bersama anak. Karena saat ini masa pandemi virus corona, Anda bisa membuat kegiatan ngabuburitdi halaman rumah. Misalnya, buat permainan semprot air sambil bersihkan halaman atau mobil. Ini menjadi hal seru yang bisa dilakukan bersama. Otomatis dua masalah terselesaikan. Satu, masalah anak lapar dan kedua rumah pun jadi bersih.

4. Siapkan Menu Berbuka Bersama

Percayalah, Anak itu suka sekali terlibat pada aktivitas penting yang terjadi di keluarga. Salah satunya adalah saat Anda mempersiapkan menu berbuka puasa. Coba ajak dia ke dapur serta berikan tugas yang ringan, tetapi menyenangkan. Misalnya, mengaduk minuman sirup atau membuat bola-bola daging.

 

Sumber: Klikdokter.com

 

Konsultasikan masalah kesehatan anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung sudah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurna.