Informasi Kesehatan

6 Manfaat Madu bagi Kesehatan

madu3.jpg

Ini Alasan Kucing Suka Menjilati Bulu-bulunya

Selain membersihkan tubuh, ternyata ada banyak alasan lain…

ini 4 Gejala Gangguan Tidur yang Perlu Diperiksa ke Dokter

"Jangan sepelekan gejala gangguan tidur, karena ini bisa…

Jarang Diketahui, Ini Manfaat Memasak untuk Kesehatan Mental

Di era serba mudah seperti sekarang, memasak makanan sendiri…

Manfaat madu bagi kesehatan memang sudah tidak diragukan lagi. Cairan manis yang diproduksi oleh lebah ini berkhasiat dalam menjaga imunitas tubuh, meredakan batuk, menjaga sistem pencernaan, hingga beragam manfaat lainnya.

Manfaat madu untuk kesehatan didapat dari beragam kandungan nutrisinya di dalamnya. Di samping gula yang membuatnya terasa manis, madu juga mengandung vitamin A (retinol), vitamin B kompleks, vitamin C, serta beberapa senyawa aktif, seperti flavonoid dan asam fenolik.

1. Menangkal radikal bebas

Senyawa fitonutrien dan sejumlah vitamin pada madu merupakan antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Kandungan ini sangat berguna untuk mencegah kerusakan sel dan jaringan tubuh yang disebabkan oleh aktivitas oksidasi.

Ada banyak manfaat yang bisa didapat dari kandungan madu yang satu ini, di antaranya meredakan peradangan serta mencegah diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.

2. Meningkatkan imunitas tubuh

Selain menangkal radikal bebas, senyawa fitonutrien yang terkandung dalam madu juga dapat memperkuat sel-sel imun dalam tubuh. Selain itu, madu juga diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri dan antijamur.

3. Meredakan batuk

Rasa madu yang manis dapat memicu produksi air liur untuk melembapkan tenggorokan yang kering sehingga mengurangi rasa gatal di tenggorokan dan keinginan untuk batuk. Selain itu, berbagai antioksidan pada madu juga bermanfaat untuk meredakan peradangan yang bisa memicu batuk.

Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa madu bermanfaat sebagai obat batuk alami yang tidak kalah dari obat batuk medis yang sering diresepkan dokter untuk orang dewasa dan anak-anak berusia di atas 1 tahun.

4. Mempercepat penyembuhan luka

Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa madu bermanfaat dalam mempercepat penyembuhan luka. Madu diketahui dapat membantu menyingkirkan jaringan yang mati, membunuh bakteri yang ada pada luka, dan merangsang pembentukan kulit baru untuk menutup luka.

Jenis-jenis luka yang mungkin bisa disembuhkan oleh manfaat madu adalah luka bakar, lecet, dan luka diabetes. Namun, perlu diingat bahwa madu yang bisa digunakan adalah madu yang terjamin steril.

5. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa madu juga bermanfaat bagi kesehatan sistem pencernaan. Madu disebut sebagai prebiotik yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.

6. Menjaga kesehatan jantung

Senyawa fitonutrien pada madu diduga dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan cara melancarkan aliran darah dan mencegah terbentuknya aterosklerosis. Beberapa penelitian juga membuktikan manfaat madu dalam menurunkan tekanan darah, serta mengurangi kadar kolesterol jahat dan lemak dalam darah.

Meski demikian, perlu diingat bahwa berbagai manfaat madu di atas masih memerlukan bukti dan studi lebih lanjut.

Yang Perlu Diperhatikan Ketika Mengonsumsi Madu

Umumnya, madu tergolong aman dan tidak banyak menimbulkan efek samping. Meski begitu, perlu Anda ketahui bahwa madu tidak boleh diberikan kepada bayi atau anak usia di bawah 1 tahun karena berisiko menyebabkan botulisme.

Botulisme adalah kondisi keracunan yang menyerang saraf tubuh dan dapat mengancam nyawa. Risiko ini juga perlu diwaspadai pada ibu hamil yang memiliki masalah pencernaan atau penyakit yang melemahkan sistem imun tubuh.

Sumber: Alodokter.com

Konsultasikan masalah kesehatan anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung sudah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurna.