Informasi Kesehatan

Penyebab dan Cara Mencegah Kesemutan Saat Olahraga

olahraga.jpg

Ayo Gerak! Ini 6 Bahaya Kalo Kalian ‘MAGER’ di Musim Hujan

Mager, begitu anak -anak muda zaman sekarang menyebutnya.…

Cara Memilih Suplemen Vitamin C yang Tepat untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh

Menjaga daya tahan tubuh merupakan hal yang penting…

Bunda, Ini Lho Manfaat Yoga untuk Anak

Yoga bisa menjadi salah satu pilihan olahraga untuk…

Kesemutan saat olahraga merupakan keluhan yang umum terjadi, terutama bila Anda jarang berolahraga. Namun, kesemutan juga bisa menjadi pertanda cedera atau gejala dari penyakit tertentu. Agar tetap aman dan nyaman saat berolahraga, penting untuk mengenali penyebab kesemutan dan cara mencegahnya.

Dalam istilah medis, kesemutan disebut sebagai parestesia. Kesemutan saat olahraga ditandai dengan munculnya sensasi geli atau perih yang menusuk pada tubuh ketika berolahraga atau setelahnya.

Keluhan ini sering kali muncul di bagian lengan, tangan, atau kaki dan kerap menyebabkan penderitanya merasa kurang nyaman, terutama ketika menggerakkan bagian tubuh yang kesemutan.

Penyebab Kesemutan Saat Olahraga

Penyebab kesemutan adalah tekanan berlebihan pada saraf bagian tubuh tertentu, sehingga aliran darah tidak lancar. Biasanya, sensasi ini muncul saat tangan tertindih atau ketika kaki dalam posisi sila atau menekuk untuk waktu yang lama.

Saat berolahraga, kesemutan bisa muncul ketika otot berkontraksi terlalu kencang, terutama jika Anda jarang berolahraga. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik dengan sendirinya.

Cara mengatasi kesemutan sebenarnya cukup mudah. Anda hanya perlu mengubah posisi tubuh guna menghilangkan tekanan pada saraf akibat kesemutan.

Namun, jika kesemutan saat olahraga terjadi terus-menerus, tidak membaik selama beberapa hari, atau telah menyebabkan bagian tubuh mati rasa, hal ini perlu dicurigai sebagai suatu kondisi yang perlu ditangani oleh dokter.

Kesemutan saat olahraga yang semakin parah hingga menimbulkan mati rasa bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, yaitu:

  • Kecelakaan atau cedera akibat olahraga hingga menimbulkan trauma yang menyebabkan gangguan saraf
  • Radikulopati atau kondisi ketika akar saraf mengalami tekanan, iritasi, atau peradangan
  • Skiatika atau saraf terjepit
  • Sindrom kompartemen

Pada kasus tertentu, kesemutan yang berkepanjangan setelah berolahraga juga bisa menjadi tanda adanya penyakit atau kondisi tertentu, seperti neuropati, diabetes, penyakit autoimun, gagal ginjal, hipotiroidisme, atau kekurangan vitamin B12.

Cara Mencegah Kesemutan Saat Olahraga

Kesemutan saat olahraga bisa terjadi bila Anda tidak melakukan peregangan atau kurang pemanasan. Oleh karena itu, pastikan Anda telah melakukan pemanasan sebelum berolahraga untuk mencegah kesemutan.

Selanjutnya, mulailah olahraga dengan gerakan yang bersifat ringan, kemudian tingkatkan intensitasnya secara perlahan dan bertahap. Bila Anda langsung melakukan gerakan atau olahraga berat, hal ini dapat meningkatkan risiko kram atau cedera otot.

Selain itu, jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan gerakan berulang. Istirahatkanlah tubuh Anda sejenak untuk melemaskan kembali otot-otot tubuh yang tegang.

Meski sering dianggap sebagai hal yang tidak berbahaya, kesemutan saat olahraga dapat menjadi pertanda kondisi kesehatan yang lebih serius. Terlebih, jika kesemutan sudah berlangsung lama, menyebabkan bagian tubuh terasa lemah, atau membuat Anda sulit beraktivitas.

Jika mengalami kesemutan saat berolahraga yang tak kunjung membaik atau disertai gejala di atas, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Sumber: Alodokter.com

 

Konsultasikan masalah kesehatan anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung sudah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurna. 

TEMUKAN