Informasi Kesehatan

Apa Itu Fertilisasi? Ini Pengertian dan Tahapan Prosesnya

fertilisasi-adalah.jpg

Gigi Berlubang saat Hamil Picu Keguguran, Apa Sebabnya?

Terdapat beragam keluhan yang mesti dihadapi oleh para…

7 Cara Menjaga Kehamilan untuk Ibu yang Pernah Keguguran

Kehamilan setelah mengalami keguguran bukanlah hal yang mudah…

Pentingnya Mengajak Bicara Bayi sejak Masih dalam Kandungan

Tahukah Bunda bahwa janin dalam kandungan ternyata sudah…

“Fertilisasi merupakan bersatunya sperma dan sel telur yang menjadi awal mula kehamilan. Ada berbagai tahapan proses ini bisa terjadi, mulai dari ovulasi, perpindahan sperma hingga implantasi.”

 

Fertilisasi merupakan proses yang membuat kehamilan bisa terjadi. Tempat terjadinya fertilisasi ada di salah satu saluran tuba, di mana sperma dan sel telur akan bersatu untuk membentuk zigot.

Proses pembuahan yang terjadi pada manusia ini cukup kompleks dan terdiri dari beberapa tahapan. Simak ulasan selengkapnya di sini!

Apa Itu Fertilisasi?

Fertilisasi adalah bergabungnya sperma dari pria dengan sel telur wanita untuk membentuk satu sel. Ini adalah salah satu langkah awal menuju kehamilan.

Perlu kamu ketahui bahwa wanita hanya melepaskan satu sel telur setiap bulan, sedangkan pria melepaskan jutaan sperma dalam satu ejakulasi.

Namun, hanya satu yang bisa mencapai tujuannya, yaitu sel telur, yang berarti kemungkinan terjadinya pembuahan sangat besar.

Fertilisasi terjadi ketika sperma berenang melalui vagina dan membuahi sel telur di tuba falopi.

Ini terjadi beberapa jam atau hari setelah pria dan wanita melakukan hubungan seks tanpa kondom.

Setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi akan tertanam ke dalam rahim dan kehamilan pun dimulai.

Proses Fertilisasi pada Manusia

Proses fertilisasi melibatkan ovulasi (pelepasan sel telur), perpindahan sperma, hingga terjadinya implantasi.

Berikut tahapan dalam proses fertilisasi pada manusia:

1. Ovulasi

Wanita berovulasi selama siklus menstruasi mereka. Ovulasi adalah saat ovarium melepaskan sel telur untuk pembuahan. 

Struktur kecil seperti jari yang disebut fimbriae membantu memandu sel telur melalui saluran tuba menuju rahim.

Selama perjalanan melalui saluran tuba inilah, sel telur bisa dibuahi oleh sperma. 

Perlu kamu ketahui, setelah ovulasi, sel telur hanya mampu melakukan pembuahan selama 12 hingga 24 jam.

2. Perpindahan sperma

Selama ejakulasi, jutaan sel sperma dilepaskan dengan tujuan mencari sel telur untuk dibuahi.

Saat kamu melakukan hubungan seks tanpa kondom, sel sperma berenang melalui vagina dan masuk ke saluran tuba. 

Jutaan sperma berjuang untuk mencapai dan menembus sel telur, namun hanya satu yang berhasil menembus lapisan luar sel telur untuk membuahinya. Jika sperma tidak membuahi sel telur, sel telur akan larut.

Pria juga perlu Kenalan dengan Proses Spermatogenesis pada Tubuh yang juga berperan penting dalam proses fertilisasi.

3. Fertilisasi dan perkembangan embrio

Fertilisasi terjadi ketika sperma berhasil dalam upayanya untuk mencapai dan membuahi sel telur. Kemudian, sel telur yang telah dibuahi terus bergerak ke tuba falopi.

Embrio sel tunggal disebut zigot. Selama tujuh hari berikutnya, embrio akan membelah menjadi dua sel, lalu empat sel, dan lebih banyak sel lagi dalam proses yang disebut mitosis. 

Sekitar seminggu setelah sperma membuahi sel telur, embrio telah berpindah ke rahim. Pada akhir masa transisi ini, embrio menjadi kumpulan sel yang sangat terorganisir yang bernama blastokista.

4. Implantasi

Blastokista kemudian menempel pada lapisan rahim (endometrium). Proses keterikatan ini namanya implantasi.

Namun, hanya karena pembuahan terjadi bukan berarti implantasi akan terjadi. Terkadang implantasi tidak terjadi, dan kamu akan mengeluarkan sel telur yang telah dibuahi pada periode menstruasi berikutnya.

Jika implantasi terjadi, sel-sel akan terus membelah. Beberapa sel berkembang menjadi bayi dan sel lainnya membentuk plasenta. 

Tubuh kamu pun mulai melepaskan hormon yang memberi tahu bahwa bayi sedang tumbuh di dalam rahim.

Hormon-hormon ini juga memberi sinyal pada rahim untuk mempertahankan lapisannya, bukan melepaskannya.

Ini berarti kamu tidak akan mendapatkan periode menstruasi, yang mungkin merupakan cara pertama kamu menyadari kehamilan.

Kamu juga bisa kunjungi halaman ini untuk mendapatkan informasi lanjutan mengenai kesehatan seksual.

Mengenal Fertilisasi Buatan

Bagi pasangan yang sulit mencapai kehamilan secara alami, fertilisasi buatan bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Pada fertilisasi buatan, dokter memasukkan sperma langsung ke leher rahim, saluran tuba, atau rahim wanita.

Metode yang paling umum bernama “inseminasi intrauterin (IUI),” yaitu ketika dokter memasukkan sperma ke dalam rahim.

Dokter akan menggunakan alat ovulasi, USG, atau tes darah untuk memastikan kamu berovulasi saat melakukan inseminasi buatan.

Kemudian, pasangan kamu perlu memberikan sampel air maninya. Dokter akan menyarankan pasangan kamu untuk menghindari hubungan seks selama 2-5 hari sebelum prosedur untuk membantu memastikan jumlah spermanya tinggi.

Sperma harus “dicuci” dulu di laboratorium dalam waktu 1 jam setelah ejakulasi. 

Proses ini bertujuan menghilangkan bahan kimia dalam air mani yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi wanita, dan meningkatkan peluang untuk hamil. 

Teknisi akan mencairkan sperma pada suhu kamar selama 30 menit dan menambahkan bahan kimia tidak berbahaya untuk memisahkan sperma paling aktif. Mereka menggunakan centrifuge untuk mengumpulkan sperma terbaik.

Kemudian, dokter menempatkan sperma dalam tabung tipis yang bernama kateter dan memasukkannya melalui vagina dan leher rahim ke dalam rahim.

Ini yang Terjadi jika Fertilisasi Tidak Berhasil

Prosedur ini tidak selalu berhasil untuk semua orang. Beberapa pasangan perlu mencobanya beberapa kali sebelum mereka hamil, sementara pasangan lainnya mungkin tidak berhasil sama sekali.

Dokter mungkin menyarankan untuk mencobanya setidaknya tiga sampai enam kali dengan suntikan hormon sebelum melanjutkan ke pengobatan lain.

Bila fertilisasi buatan tidak membantu, ada pendekatan lain yang bisa kamu coba, seperti fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung dengan sel telur sendiri atau dengan sel telur donor atau sperma donor.

Sumber : halodoc. com

Konsultasikan masalah kesehatan Anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung telah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurna.