“Penurunan jumlah sel darah membuat tubuh jadi mudah pucat dan lelah. Beberapa makanan penambah darah yang direkomendasikan, antara lain daging merah, jeroan, dan bayam.”
Penurunan sel darah merah dalam tubuh terjadi karena kurangnya asupan zat besi. Masalah kesehatan yang memiliki istilah medis anemia ini membuat tubuh mudah lelah dan kulit serta wajah terlihat pucat. Salah satu cara mengatasi masalah ini yaitu mengonsumsi makanan penambah darah yang tinggi zat besi.
Ketika mengalami anemia, tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup. Hemoglobin sendiri merupakan protein yang terdapat dalam sel darah merah yang berperan untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Ada dua jenis makanan yang dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh, yaitu heme dan non-heme. Berikut penjelasannya:
Tubuh lebih mudah menyerap zat besi heme yang bersumber dari makanan hewani daripada non-heme. Selain itu, proses penyerapan zat besi akan lebih mudah jika bersama dengan konsumsi makanan sumber vitamin C.
Sementara itu, kisaran zat besi harian yang mampu mencukupi angka kebutuhan gizi harian sesi usia, yaitu:
Saat tubuh kekurangan sel darah merah, sel tersebut tidak mendapat cukup oksigen. Dampaknya, mereka jadi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut bisa terjadi karena:
Faktanya, memenuhi kebutuhan zat besi tubuh menjadi hal yang penting. Alasannya bisa kamu baca pada artikel 6 Alasan Zat Besi Penting Dikonsumsi Setiap Hari. Guna memenuhi asupannya, kamu bisa mengonsumsi salah satu dari beberapa makanan penambah darah berikut ini.
Dalam 100 gram daging merah seperti daging sapi dan kambing mengandung 2,7 miligram zat besi. Jumlah ini sudah memenuhi 15 persen dari total asupan harian tubuh. Sementara itu, 100 gram daging unggas telah memenuhi 13 persen dari jumlah total asupan harian.
Bagian dalam hewan atau jeroan seperti hati, jantung, dan otak juga kaya akan zat besi. Faktanya, 100 gram hati sapi mengandung 6,5 miligram zat besi. Angka ini sudah memenuhi 36 persen asupan harian tubuh. Sementara itu, 100 gram hati ayam mengandung zat besi sekitar 15,6 miligram.
Makanan penambah darah untuk mencegah anemia selanjutnya adalah tiram. Dalam 100 gram tiram mengandung zat besi sebesar 28 miligram atau sekitar 155 persen dari asupan harian tubuh. Selain zat besi, bahan makanan ini juga kaya protein, vitamin C, dan vitamin B12.
Beberapa jenis kacang-kacangan yang mengandung zat gizi tinggi adalah buncis, lentil, kacang polong, dan kedelai. Dalam satu cangkir berukuran 198 gram makanan penambah darah ini mengandung sekitar 6,6 miligram zat besi.
Selanjutnya, sayuran berdaun gelap seperti bayam dan brokoli juga mengandung tinggi zat besi. Namun, sebelum mengonsumsinya, sebaiknya kamu mencuci dan mengolah sayuran tersebut hingga matang.
Asam folat adalah vitamin B kompleks yang berfungsi untuk memproduksi sel darah merah. Asupan asam folat dapat yang tidak terpenuhi bisa menyebabkan penurunan kadar hemoglobin.
Ini artinya, makanan yang mengandung asam folat seperti sayuran berdaun hijau, kecambah, kacang kering, kacang tanah, pisang, brokoli, dan hati unggas termasuk makanan penambah darah yang bisa mencegah anemia.
Studi dalam HHS Author Manuscripts menyebutkan, buah delima adalah makanan sehat yang dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Manfaat ini berkat kandungan antioksidan polifenol dan nitrat yang merupakan vasodilator yang kuat. Ini artinya, mengonsumsi buah delima atau berupa suplemen dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke jaringan pembuluh darah.
Makanan penambah darah selanjutnya adalah kurma. Buah kering dengan rasa manis ini mengandung tinggi zat besi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Namun, pengidap diabetes sebaiknya berkonsultasi dulu pada dokter sebelum mengonsumsi buah ini karena berisiko meningkatkan kadar gula darah.
Bit adalah tak hanya mengandung tinggi zat besi, tetapi juga kaya akan asam folat, potasium, dan serat. Mengonsumsi jus bit setiap hari dapat membantu menjaga jumlah sel darah merah dalam tubuh.
Biji labu merupakan makanan penambah darah selanjutnya yang sangat mudah kamu dapatkan. Makanan ini mengandung sekitar 8 miligram zat besi, kalsium, magnesium, dan mangan.
Cara mengonsumsi makanan ini juga terbilang unik, salah satunya dengan menaburkannya pada salad atau smoothie.
Kemudian, buah semangka yang merupakan salah satu buah terbaik untuk membantu meningkatkan hemoglobin. Tidak hanya itu, buah dengan warna merah ini juga kaya akan air dan vitamin C.
Faktanya, tubuh tidak dapat menyerap zat besi secara sempurna. Inilah mengapa, kamu sebaiknya mengonsumsi makanan tinggi vitamin C untuk membantu mengoptimalkan penyerapan nutrisi tersebut. Kamu bisa mendapatkan asupannya dari jeruk, lemon, paprika, tomat, jeruk bali, dan buah beri.
Makanan penambah darah yang terakhir adalah buah-buahan. Memang benar, ada jenis buah yang mengandung zat besi tinggi, seperti apel, pisang, anggur, stroberi, buah naga, dan alpukat.
Selain mengonsumsi sumber makanan penambah darah tadi, kamu juga bisa mencoba melakukan beberapa cara berikut ini saat mengalami kurang darah:
sumber: Halodoc . . com
Konsultasikan masalah kesehatan Anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung telah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurna