Informasi Kesehatan

Selain Stunting Ini Penyebab Lain Mikrosefali pada Anak

stuntiiinnngggg.jpg

Ketahui Gejala dan Penanganan Maag pada Anak

Maag juga bisa terjadi pada anak-anak. Maag pada…

Sederet Manfaat Jeruk untuk Kesehatan Anak

Rasa asam, manis, dan menyegarkan pada jeruk membuat…

Persiapan Kembali ke Sekolah pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, aktivitas belajar dan…

Stunting adalah kondisi yang terjadi karena adanya gangguan gizi kronis. Ini biasanya dialami pada periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Umumnya, anak yang mengalami stunting akan memiliki tubuh yang lebih pendek dibanding anak-anak seusianya. 

Kondisi ini tidak bisa lagi ditangani setelah anak memasuki usia dua tahun. Maka dari itu, pencegahan dan penanganan segera sangat dibutuhkan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Pemenuhan gizi di seribu hari pertama bisa menjadi cara terbaik untuk mengatasi stunting. Selain berpengaruh pada tinggi badan anak, stunting dapat memicu mikrosefali. Baca selengkapnya di sini!

Mengenal Mikrosefali pada Anak

Mikrosefali (microcephaly) alias mikrosefalus merupakan kondisi yang menyebabkan kepala bayi memiliki ukuran tidak normal. Kondisi yang tergolong langka ini menyebabkan ukuran kepala bayi lebih kecil dari biasanya.

Gangguan ini juga sering ditandai dengan menyusutnya ukuran otak. Mikrosefali menyebabkan organ otak tidak berkembang dengan sempurna. Kondisi ini biasanya sudah ada sejak bayi lahir, namun bisa juga terjadi seiring berjalannya waktu.

Gejala khas dari kondisi ini adalah ukuran kepala bayi yang jauh lebih kecil. Menentukan ukuran normal kepala bayi bisa ditentukan melalui pengukuran lingkar kepala atau bagian atas kepala. Selain itu, ada beberapa gejala yang juga muncul, seperti bayi sering menangis, kejang, serta gangguan penglihatan dan berbicara.

Mikrosefali bisa memicu gejala berupa gangguan gerak dan keseimbangan tubuh bayi, hilang pendengaran, serta panjang badan rendah. Tak hanya itu, mikrosefali dapat menyebabkan gejala berupa terhambatnya perkembangan bayi untuk belajar berdiri, duduk, atau berjalan, hingga gangguan mental.

Penyebab-Penyebab Mikrosefali

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan bayi mengalami mikrosefali. Ternyata, stunting juga bisa menjadi pemicu kelainan yang satu ini. Kekurangan gizi kronis yang menjadi penyebab stunting ternyata juga bisa memicu mikrosefali.

Malnutrisi parah pada janin meningkatkan risiko bayi tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan otak yang sesuai dengan usianya. Selain stunting, mikrosefali bisa juga disebabkan oleh:

1. Cedera Otak

Cedera otak menjadi salah satu penyebab mikrosefali. Jenis cedera otak yang bisa memicu kelainan adalah trauma otak atau hypoxia-ischemia. Kondisi ini terjadi karena otak kekurangan pasokan oksigen. Biasanya, cedera ini terjadi sebelum atau saat kelahiran.

2. Infeksi pada Ibu Hamil

Sejumlah infeksi yang menyerang ibu hamil bisa meningkatkan risiko mikrosefali pada bayi. Jenis infeksi yang sering menyerang adalah toksoplasmosis, infeksi Campylobacter pyloricytomegalovirus, herpes, sifilis, HIV, rubella, hingga virus Zika.

3. Gangguan Penyakit Lain

Gangguan ukuran kepala bayi juga bisa terjadi karena adanya penyakit lain, salah satunya fenilketonuria. Penyakit ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengurai fenilalanin, yaitu asam amino pembentuk protein.

4. Kelainan Genetik

Kelainan genetik yang dialami bayi bisa menjadi pemicu gangguan ukuran kepala bayi. Salah satu kelainan genetik yang menyebabkan mikrosefali adalah down syndrome.

 

Sumber: halodoc.com

 

Konsultasikan masalah kesehatan anda di KLINIK PELITA SEHAT; klinik BPJS Bogor, klinik terfavorit kleuarga, klinik terbaik di Bogor, klinik terakreditasi paripurna, faskes, faskes primer. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung sudah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurna.

TEMUKAN