Informasi Kesehatan

Cara Menghitung SPF dalam Penggunaan Sunscreen

sunscren.jpg

Tips Memilih Pelembap Wajah Berdasarkan Jenis Kulit

Supaya tidak salah pilih, Anda harus mengetahui tips…

Cara Menggunakan Pore Pack untuk Mengangkat Komedo

Pore pack adalah plester yang ditempelkan ke hidung untuk…

5 Faktor yang Sebabkan Wajah Tidak Simetris

“Ada beberapa faktor yang dapat sebabkan wajah menjadi…

“Setiap orang perlu tahu cara menghitung SPF yang diberikan pada sunscreen, guna mendapatkan perlindungan maksimal dari sinar matahari. Ini juga cara terbaik untuk mencegah risiko terjadinya kanker kulit akibat sinar UV.”

Agar tubuh terlindungi dari kanker kulit, perlu menggunakan sunscreen pada kulit yang terpapar sinar matahari tiap keluar rumah. Perlindungan yang diberikan terhadap kandungan UV dari sinar matahari dapat menjaga kulit tetap sehat.

Namun, banyak orang yang bingung cara menghitung kandungan SPF agar mendapatkan pemilihan yang tepat. Ada beberapa jenis SPF yang bisa dipilih, yaitu 15, 30, dan 40. Maka dari itu, perlu tahu berapa lama perlindungan SPF yang bisa diberikan dari produk yang kamu miliki.

Penghitungan Kandungan SPF pada Sunscreen saat Diterapkan

Memang, Sun Protection Factor (SPF) adalah suatu indikator dari produk sunscreen untuk memberitahu seberapa lama dapat bertahan di bawah sinar matahari tanpa terbakar sinar UVB. Jadi, seseorang perlu tahu waktu perlindungan dari sunscreen sebelum kulit terbakar.

Lalu, bagaimana cara menghitung berapa lama SPF bertahan saat diterapkan untuk perawatan kulit?

Jika seseorang berada di bawah sinar matahari tanpa perlindungan, biasanya kulit dapat mengalami kemerahan dalam waktu 20 menit, terutama pada seseorang yang memiliki kulit terang. Jadi, untuk menghitung lama perlindungan yang diberikan, cobalah untuk mengalikan angka ini dengan produk sunscreen dengan kandungan SPF yang ada. 

Contohnya, jika kamu memiliki sunscreen dengan SPF 15, kalikan dengan 20 menit sebelumnya. Maka dari itu, perlindungan di bawah sinar matahari yang bisa didapatkan tanpa terbakar adalah 300 menit atau setara 5 jam. Kulit dapat aman dari sengatan matahari selama waktu tersebut.

Jika setelah 5 jam masih berada di luar ruangan, ada baiknya untuk menerapkan sunscreen kembali. Agar kulit tetap terlindungi dari berbagai gangguan, termasuk kanker kulit.

Perlu tahu juga tingkat perlindungan dari sunscreen yang dipilih, yaitu:

  • Perlindungan rendah: SPF di bawah 15.
  • Perlindungan sedang: SPF 15 hingga 29.
  • Perlindungan tinggi: SPF 30 hingga 49.
  • Perlindungan sangat tinggi: SPF lebih dari 50.

Maka dari itu, pemilihan penyesuaian tingkat SPF perlu dilakukan terhadap cuaca yang ada. Jika dirasa terik matahari sangat menyengat, ada baiknya pilih sunscreen dengan SPF di atas 30.

Tips Menggunakan Sunscreen

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi perlindungan seseorang terhadap sinar matahari saat menerapkan sunscreen. Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan:

  • Perhatikan jumlah tabir surya yang digunakan.
  • Lakukan perlindungan lainnya, seperti menggunakan baju lengan panjang, kacamata hitam, serta topi, untuk mengurangi paparan sinar UV pada kulit.
  • Terapkan tabir surya dengan jumlah yang cukup, jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit.
  • Pastikan untuk menghindari sinar matahari saat tinggi, seperti jam 10 pagi hingga jam 4 sore.

Mengacu pada FDA, jumlah energi matahari yang didapatkan selama 15 menit pada pukul 1 siang, sama dengan yang diterima satu jam pada pukul 9 pagi. Dengan kata lain, saat matahari sedang tinggi, paparannya bahkan 4 kali lebih kuat.

Itulah pembahasan mengenai perhitungan SPF pada sunscreen yang perlu diketahui. Pastikan untuk memilih tabir surya yang sesuai dengan cuaca yang ada, sehingga mendapatkan perlindungan maksimal.

 

Sumber: Halodoc. com

 Konsultasikan masalah kesehatan anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung sudah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurna.