Informasi Kesehatan

Tips Membuat Anak Suka Makan Sayur dan Buah

tips-keluarga.jpg

Kesehatan Anak

Melindungi dan meningkatkan kesehatan anak merupakan hal yang…

INI ALASAN ANAK MAKAN BANYAK

INI ALASAN ANAK MAKAN BANYAK   Orang tua…

Sederet Manfaat Jeruk untuk Kesehatan Anak

Rasa asam, manis, dan menyegarkan pada jeruk membuat…

Sudah masak sayuran dan belanja beragam jenis buah, malah tidak disentuh sama sekali oleh Si Kecil. Eits, jangan dulu terbawa emosi, Bun. Membuat anak suka makan sayur dan buah tidak sulit kok, tapi memang perlu trik khusus.

Buah dan sayuran adalah sumber beragam nutrisi baik bagi anak, seperti serat, vitamin, dan mineral. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi dengan rutin mengonsumsi buah dan sayur bisa membuat anak jadi tidak gampang sakit dan membantu tumbuh kembangnya menjadi lebih optimal.

Namun, sayangnya, tidak semua anak menyukai sayur dan buah. Hal ini bisa membuat anak mengalami kekurangan gizi hingga berisiko menderita penyakit tidak menular (PTM).

Kiat agar Anak Menyukai Sayur dan Buah

Supaya Si Kecil gemar makan sayur dan buah, yuk terapkan tips berikut ini:

1. Libatkan anak dalam memilih serta menyajikan buah dan sayur

Untuk membuat Si Kecil gemar makan sayur dan buah, mulailah dengan mengajaknya berbelanja sayur serta buah ke pasar dan biarkan ia memilih jenis yang disukainya. Ini juga bisa menjadi momen untuk mengenalkan beragam jenis sayur dan buah serta menjelaskan manfaat-manfaatnya.

Libatkan juga Si Kecil untuk membantu Bunda memasak sayur dan menyiapkan buah. Olah makanan semenarik mungkin agar anak lebih tertarik untuk mengonsumsinya.

2. Perkenalkan sayur dan buah dengan cara yang menyenangkan

Membuat Si Kecil kenal serta gemar makan sayur dan buah bisa dengan cara yang menyenangkan, misalnya bermain tebak-tebakan. Dalam permainan ini, Bunda perlu menyiapkan potongan kecil beberapa jenis buah. Untuk sayurnya, bisa dimasak terlebih dahulu, ya.

Kemudian, minta Si Kecil menutup matanya dan menebak setiap potongan buah dan sayur yang ia makan. Selain itu, Bunda juga bisa mengajaknya menanam serta memetik sayur dan buah-buahan di halaman rumah agar ia lebih bersemangat untuk mencobanya.

3. Bentuk kebiasaan makan sayur dan buah

Makan sayur dan buah harus jadi kebiasaan buat Si Kecil. Jadi, pastikan di setiap menu makanan Si Kecil terdapat sayur dan buah. Agar ia tidak cepat bosan, sajikan jenis sayur dan buah atau olah dengan cara yang berbeda setiap harinya.

Masukkan juga sayur dan buah sebagai menu camilan Si Kecil agar ia lebih terbiasa mengonsumsinya. Pilihan camilan yang bisa Bunda sajikan adalah salad buah atau sayur, puding susu buah, sate buah, atau kue kering berbahan dasar sayur.

4. Jadilah contoh

Bila ingin Si Kecil gemar makan buah dan sayur, maka Bunda, Ayah, dan anggota keluarga di rumah juga harus memberikan contoh. Biasakan untuk makan buah dan sayur serta tidak memilih-milih makanan, terutama saat makan bersama Si Kecil.

Akan sangat sulit untuk membuat Si Kecil suka makan sayur dan buah bila Bunda dan Ayah sendiri tidak menyukainya.

5. Jangan memaksa atau menghukum anak

Mengajarkan Si Kecil agar suka makan sayur dan buah bukan dengan cara memaksanya atau menghukumnya ketika ia tidak mau. Bila dipaksa atau dihukum, Si Kecil justru bisa tambah membenci sayur dan buah serta menjadi trauma saat makan.

Jangan kecewa dan putus asa kalau Si Kecil menolak makan sayur dan buah ya, Bun. Hal ini wajar, kok. Bunda hanya harus sabar untuk mengenalkan makanan ini kepada Si Kecil secara berulang-ulang.

Apabila Si Kecil tetap tidak mau makan buah dan sayur sampai memengaruhi pertumbuhan dan kesehatannya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan saran serta penanganan yang tepat.

 

 

Sumber: Alodokter. com

Konsultasikan masalah kesehatan anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung sudah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurna.