Informasi Kesehatan

Dampak Makan Sembarangan bagi Tumbuh Kembang Anak Jalanan

Dampak_Makan_Sembarangan_bagi_Tumbuh_Kembang_Anak_Jalanann.jpg

Tahu atau Tempe, Mana yang Lebih Sehat untuk Anak?

Tahu dan tempe disukai banyak orang Indonesia, termasuk…

Tidak Mesti Barang, 5 Hal Ini Bisa Diberikan sebagai Hadiah untuk Anak

Mengapresiasi sesuatu yang dilakukan oleh anak bisa dengan…

Bunda, Ketahui Bahaya Gula Berlebih dalam Minuman Anak, Yuk!

Di balik manisnya minuman yang dikonsumsi anak-anak, ada bahaya gula berlebih yang bisa mengintai…

"Makan sembarangan tidaklah baik untuk kesehatan tubuh karena cenderung minim nutrisi dan biasanya mengandung senyawa bahaya yang bersifat karsinogenik. Alhasil, makanan seperti ini bisa mengancam kesehatan anak dan mengganggu tumbuh kembangnya."

Pemberian makanan yang bergizi menjadi faktor penentu tumbuh kembang anak. Ketika gizi anak terpenuhi dengan baik, pertumbuhan Si Kecil pasti optimal. 

Kendati begitu, tidak semua anak ternyata bisa mendapatkan gizi yang baik ini.  Anak jalanan misalnya, keterbatasan ekonomi membuat mereka sulit mendapatkan nutrisi yang memadai. Alhasil, mereka cenderung makan sembarangan yang belum tentu mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Lantas, apa dampaknya bagi tumbuh kembang anak? Simak penjelasan berikut ini!

Dampak Makan Sembarang untuk Tumbuh Kembang Anak

Berikut dampak makan sembarangan untuk tumbuh kembang anak jalanan: 

1. Kesulitan belajar

Makanan sembarangan yang tinggi gula bisa menguras energi dan kemampuan fokus anak dalam jangka panjang.

Pasalnya, kadar gula yang tinggi bisa membuat mereka cepat lapar sehingga menurunkan fokus atau perhatiannya.

Akibatnya, anak kesulitan untuk mencerna pelajaran. 

2. Membuat anak lekas marah

Kadar gula yang tinggi dapat meningkatkan glukosa dalam darah. Hal ini bisa membuat anak mudah marah, mengantuk dan tegang.

Bukan itu saja, gula juga bisa mengganggu suasana hati anak sehingga mereka rentan stres bahkan depresi. 

Oleh sebab itu, penting untuk mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti sayur, buah dan kacang-kacangan.

Ini karena antioksidan di dalam makanan sehat mampu mencegah radikal bebas sehingga anak cenderung punya energi positif. 

3. Merusak organ

Makanan sembarangan kerap ditambahkan zat-zat yang mungkin membahayakan. Zat ini bisa berasal dari pewarna makanan atau bahan baku lainnya. 

Jajanan pinggir jalan atau makanan kemasan yang berwarna mencolok biasanya ditambahkan dengan pewarna yang berlebihan.

Pewarna yang berlebihan tersebut umumnya mengandung racun yang bersifat karsinogenik.

Nah, zat karsinogenik bisa merusak organ tubuh sehingga anak rentan terganggu kesehatannya. 

4. Mudah sembelit

Jajanan sembarangan umumnya juga minim serat. Padahal serat amat penting untuk memperlancar kesehatan.

Itu sebabnya, semakin sedikit asupan serat, anak makin rentan terkena konstipasi alias sembelit.

5. Malnutrisi

Malnutrisi terjadi saat kekurangan vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan jaringan dan fungsi organ.

Kondisi ini rentan menimpa anak yang kekurangan gizi, termasuk anak yang suka makan sembarangan. 

Anak-anak yang kekurangan gizi cenderung berperawakan pendek dari anak-anak seusianya.

Mereka juga terlihat kurus, kembung, lesu dan imunitas yang lemah. Akibatnya, kondisi ini berdampak pada berbagai sistem tubuh dan panca inderanya.

Bahkan, malnutrisi bisa membuat anak rentan mengalami kecemasan, perubahan suasana hati dan gejala kejiwaan lainnya.

Nutrisi Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Supaya terhindar dari efek negatif di atas, berikut beberapa nutrisi penting yang mampu menunjang tumbuh kembang anak: 

1. Protein

Idealnya, setiap anak membutuhkan asupan protein sebanyak 0,9 gram per kg berat badan setiap harinya sampai berusia 18 tahun.

Penuhi kebutuhan protein ini melalui dengan konsumsi daging, telur dan ikan.

2. Karbohidrat

Anak juga membutuhkan karbohidrat sebagai bahan bakar tubuh alias energinya. Asupan ini bisa didapatkan dari biji-bijian utuh dan beberapa makanan lainnya. 

Hindari karbohidrat dari makanan mengandung tinggi gula, sebab berisiko menyebabkan obesitas.

3. Vitamin

Vitamin sangat penting untuk pertumbuhan anak sehingga perlu tercukupi setiap hari. Zat ini bisa diperoleh dari sayur dan buah-buahan atau suplemen. 

4. Mineral

Mineral seperti kalsium, magnesium, zat besi, mangan, dan fluorida amat penting untuk tumbuh kembang anak.

Sama seperti vitamin, nutrisi ini bisa didapatkan melalui konsumsi buah dan sayur, serta kacang-kacangan dan produk susu.

Nutrisi di atas juga bisa dipenuhi lewat vitamin dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

 

Sumber: halodoc. com

Konsultasikan masalah kesehatan anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung sudah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurna.