Informasi Kesehatan

Kenali 7 Pola Hidup Sehat untuk Pengidap HIV atau AIDS

289174_14-12-2020_10-40-12.jpeg

Tak Hanya Radang, Ini 5 Penyebab Tenggorokan Sakit Saat Menelan

“Selain radang ada berbagai penyebab lain yang membuat…

Ketahui Lebih Jauh Sistem Saraf pada Manusia

“Sistem saraf adalah jaringan yang sangat kompleks dengan…

Sering Makan Kacang Bikin Jerawatan, Benarkah?

“Jangan makan kacang, nanti jerawatan.” Nasihat ini mungkin sudah…

Penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) mampu melemahkan imunitas sehingga membuat tubuh rentan terserang penyakit. Jika tidak ditangani dengan tepat, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Pada tahap akhir tersebut, tubuh tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan infeksi, sehingga risiko mengalami penyakit serius lebih besar. Untuk mencegah infeksi lebih lanjut, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) perlu menerapkan gaya hidup sehat. Contohnya dengan meninggalkan kebiasaan merokok.

Bagi seseorang yang sehat saja rokok bisa memberikan dampak negatif untuk kesehatan, apalagi untuk orang yang sudah terkena HIV. Peneliti dari Syracuse University menganalisis data dari 212 pengidap HIV yang merokok. Hasilnya, mereka lebih sering mengalami batuk dan pusing.

Pola Hidup Sehat untuk ODHA

Gaya hidup lain yang dianjurkan, yaitu:

1. Terapkan pola makan sehat

Pola makan yang sehat adalah pondasi utama kesehatan tubuh seseorang, terutama untuk ODHA. Makanan yang sehat dan nutrisi yang memadai bisa memperlambat perkembangan AIDS dan mencegah komplikasi yang berhubungan dengan penyakit ini. 

Contoh makanan sehat yang direkomendasikan, yaitu biji-bijian, produk susu rendah lemak, protein tanpa lemak, buah dan sayuran. Lengkapi dengan multivitamin, terutama B12 dan seng. Batasi makanan berlemak, makanan berpengawet, makanan cepat saji, kafein, minuman bersoda dan minuman dengan pemanis tambahan. Makanan dan minuman tersebut jelas tidak sehat sehingga mengancam kesehatan. 

2. Imbangi dengan olahraga

Imbangi pola makan sehat dengan rutin berolahraga. Aktivitas ini mampu meningkatkan suasana hati dan meningkatkan kualitas hidup ODHA. Olahraga juga dapat mencegah penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan osteoporosis.

3. Lakukan seks aman

Pengidap ODHA nyatanya tetap bisa melakukan hubungan seks, dengan catatan praktekan dengan cara yang aman. Pengidapnya wajib menggunakan kondom baru setiap kali berhubungan intim. Tujuannya untuk melindungi pasangan dari infeksi HIV dan maupun mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS) yang dapat memperparah penyakit.

4. Rutin memeriksakan diri dan menjalani tes

Tak sedikit ODHA yang mengidap penyakit menular seksual. Meskipun tidak menunjukkan gejala, ODHA sebaiknya perlu menjalani tes untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi lain. Hal ini penting agar penyakitnya tidak berkembang semakin parah. Semakin cepat dideteksi maka peluang penyembuhannya semakin besar. 

5. Minum obat sesuai anjuran dokter

Setelah terdiagnosis HIV/AIDS, ODHA perlu mengonsumsi obat seumur hidup untuk menjaga fungsi sistem kekebalan tubuhnya. Pastikan kamu mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Hal ini penting karena bisa menurunkan risiko resistensi virus terhadap obat.

6. Hindari alkohol dan obat terlarang

Alkohol bisa merusak hati yang berfungsi memproses obat anti-HIV. Bukan hanya itu, alkohol juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh lebih sulit pulih dari infeksi. Obat anti-HIV tertentu bahkan dapat berinteraksi dengan narkoba dan alkohol dan menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Itu sebabnya, ODHA pantang mengonsumsi minuman ini.

7. Jangan ragu meminta dukungan

Tidak mudah untuk menjalani hidup sebagai ODHA. Telah banyak penelitian yang membuktikan kalau ODHA sangat rentan mengalami depresi. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk meminta dukungan teman dan keluarga atau orang lain yang telah hidup dengan HIV. Kamu juga bisa bergabung bersama komunitas ODHA agar saling menguatkan diri. Hal ini dapat sangat membantu ketika keadaan terasa sangat sulit. 

 

Sumber: halodoc. com

Konsultasikan masalah kesehatan anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung sudah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurna.