"Radang tenggorokan pada anak bukan hanya menimbulkan rasa nyeri saat menelan saja, tetapi juga memicu demam. Jika anak rewel karenanya, orangtua otomatis akan merasa khawatir. Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab demam tersebut?"
Halodoc, Jakarta - Radang tenggorokan pada anak adalah salah satu keluhan yang amat umum terjadi. Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan radang tenggorokan pada anak, salah satunya bakteri jahat bernama Streptococcus pyogenes.
Radang tenggorokan, atau yang dikenal dengan istilah faringitis merupakan kondisi yang sering terjadi pada anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun, biasanya terjadi selama musim hujan dan awal musim panas.
Hanya sekitar 20-30 persen infeksi tenggorokan pada anak usia sekolah disebabkan oleh radang tenggorokan.
Gejalanya radang tenggorokan berupa sulit menelan, lemas, mual, kehilangan selera makan, tenggorokan kemerahan dan bercak putih atau abu-abu. Di samping itu, radang tenggorokan pada anak juga sering kali menyebabkan demam.
Pertanyaannya, mengapa anak bisa demam karena radang tenggorokan?
Radang tenggorokan merupakan infeksi bakteri yang bisa membuat tenggorokan terasa sakit dan gatal. Radang tenggorokan merupakan salah satu penyebab dari banyaknya penyebab sakit tenggorokan.
Meski umumnya menyerang anak-anak, tapi bakteri jahat penyebab penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa. Nah, kembali ke tajuk utama, mengapa anak bisa demam karena radang tenggorokan?
Sebenarnya demam karena radang tenggorokan adalah hal yang amat umum. Demam ini merupakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh ketika melawan infeksi bakteri Streptococcus pyogenes yang menyerang tubuh. Selain radang tenggorokan, demam juga bisa terjadi akibat sakit tenggorokan lainnya yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Contohnya seperti tonsilitis, faringitis, atau laringitis
Hal yang perlu ditegaskan, gejala radang tenggorokan pada anak bukan cuma menyoal demam saja. Ada pula gejala lainnya, seperti:
Radang tenggorokan merupakan penyakit yang terbilang mudah menular. Penyakit ini tidak pandang bulu, tapi banyak kasusnya lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja usia sekolah. Bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan cenderung bersarang di hidung dan tenggorokan.
Nah, cara penularan bakteri ini bisa melalui bersin, batuk, berjabat tangan, atau menyentuh benda (lalu memegang mata, hidung, atau mulut) yang telah terkontaminasi bakteri Streptococcus pyogenes. Anak-anak dengan radang tenggorokan yang tidak diobati lebih mungkin untuk menyebarkan infeksi ketika gejalanya paling parah, dan masih dapat menginfeksi orang lain hingga 3 minggu.
Itulah mengapa penting untuk mengajarkan anak-anak mengenai pentingnya mencuci tangan. Kebersihan yang baik mengurangi kemungkinan terkena penyakit menular seperti radang tenggorokan.
Terdapat beberapa upaya yang bisa ibu lakukan untuk mencegah radang tenggorokan. Nah, berikut ini cara mencegah penyebaran radang tenggorongan di lingkungan rumah: