Informasi Kesehatan

Nilai Tensi Normal pada Lansia yang Wajib Dipertahankan

nilai-tekanan-darah-normal-pada-lansia-dan-cara-menjaganya-agar-stabil.jpg

Cek Fakta: Benarkah Epilepsi Tak Bisa Sembuh?

“Epilepsi adalah penyakit otak yang bisa menyebabkan kejang…

Ini Ciri Penyakit TBC yang Perlu Diwaspadai

"TBC atau tuberkulosis adalah penyakit menular paru-paru yang…

5 Jenis Makanan Penyebab Kista Ovarium yang Perlu Diketahui

Sejumlah makanan penyebab kista ovarium, seperti makanan manis…

“Nilai tensi normal pada lansia akan lebih tinggi daripada orang dewasa. Hal ini karena pembuluh darah manusia akan mengeras seiring bertambahnya usia.” 

Tekanan darah normal lansia akan lebih tinggi daripada orang yang lebih muda. Saat melakukan cek darah, dokter biasanya menyediakan pembacaan tekanan darah sistolik dan diastolik. Tekanan darah sistolik menunjukkan angka pertama, sedangkan tekanan darah diastolik menunjukkan angka kedua. 

Lansia akan memiliki kesehatan yang lebih rentan ketimbang orang dewasa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui nilai tensi normal pada lansia. Hal ini agar mereka terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh tensi darah yang tidak normal, seperti penyakit jantung atau stroke.

Mau tahu berapa nilai tensi normal pada lansia? Simak, ulasannya di sini!

Nilai Tensi Normal pada Lansia

Orang dewasa yang sehat harus memiliki nilai tekanan darah antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Berbeda dengan orang dewasa, lansia memiliki nilai tensi normal yang lebih tinggi, yaitu antara 130/80 mmHg dan 140/90 mmHg.

Angka 130 atau 140 adalah angka sistolik, yaitu tekanan pada pembuluh darah saat jantung berkontraksi untuk memompa darah bersih ke seluruh tubuh. Sementara 80 dan 90 adalah angka distolik, yaitu nilai tekanan darah di pembuluh darah pada saat jantung tidak berkontraksi dan menerima darah kotor yang kembali dari seluruh tubuh.

Dari perhitungan, terlihat bahwa nilai tekanan darah normal pada lansia lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan darah normal pada orang dewasa. Ini karena pembuluh darah manusia cenderung mengeras atau kaku seiring bertambahnya usia.

Pengerasan pembuluh darah membuat jantung harus bekerja lebih keras, sehingga membuat tekanan darah pada lansia menjadi lebih tinggi.

Cara Menjaga Tekanan Darah Normal pada Lansia

Lansia dengan tekanan darah tinggi atau rendah mungkin tidak mengalami gejala apa pun. 

Namun, jika lansia yang mengidap hipertensi atau hipotensi menunjukkan gejala seperti kelelahan, pingsan, pusing, rasa tidak nyaman di dada, sesak napas, atau melemahnya anggota tubuh, mereka atau orang yang merawatnya perlu berhati-hati.

Bisa saja ini menjadi tanda bahwa lansia mengidap komplikasi terkait hipertensi seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, atau penurunan fungsi ginjal. Oleh karena itu, penting bagi lansia untuk mengetahui pola hidup sehat untuk menjaga tekanan darah normal, seperti misalnya:

1. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Mulailah dengan menjaga pola makan yang sehat dan seimbang. Lansia dianjurkan untuk mengonsumsi makanan rendah lemak dan rendah garam untuk menjaga tekanan darah normal sehingga menurunkan kemungkinan berbagai penyakit.

Pilih makanan kaya serat sebagai gantinya, seperti nasi merah, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Lansia juga harus mengonsumsi air yang cukup setiap harinya untuk menghindari dehidrasi.

2. Olahraga Rutin

Olahraga teratur dapat membantu lansia menjaga berat badan yang sehat, menghindari obesitas, dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Lansia sebaiknya olahraga rutin selama setidaknya 30 menit setiap hari atau tiga kali per minggu. Jenis olahraga yang disarankan untuk lansia adalah jalan kaki, berenang, bersepeda, atau senam lansia.

3. Hindari Merokok dan Minuman Beralkohol

Terlalu banyak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan peluang lansia terkena hipertensi. Oleh karena itu, disarankan agar lansia menghindari merokok dan paparan asap rokok, serta menahan diri dari minum beralkohol.

4. Tidur yang Cukup

Jantung dan pembuluh darah yang sehat dapat terjaga dengan tidur dan istirahat yang cukup. Selain meningkatkan risiko hipertensi dan stroke, kurang tidur dapat memengaruhi seberapa baik kinerja jantung.

Kebutuhan tidur akan berkurang seiring bertambahnya usia. Orang dewasa biasanya tidur antara 7-9 jam setiap hari. Jumlah waktu tidur untuk lansia berusia 65 tahun ke atas akan menjadi 7-8 jam setiap hari.

Sumber : halodoc. com

Konsultasikan masalah kesehatan Anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung telah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurn