Informasi Kesehatan

Ini Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Abnormal pada Wanita

wanita.jpg

Sederet Manfaat Susu Kedelai Bagi Ibu Menyusui

Busui pasti sudah tidak asing dengan susu kedelai,…

Amankah Menambahkan Kayu Manis pada MPASI Anak?

Kayu manis merupakan salah satu bumbu masakan yang…

Ketahui Cara Pijat Bayi yang Benar

Pijat bayi dapat memberikan banyak manfaat, dan salah…

Keputihan normal kerap dialami oleh sebagian wanita. Hal ini tidak membutuhkan penanganan karena tidak berbahaya. Namun, jika keputihan muncul disertai dengan keluhan lain, maka kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa jadi merupakan tanda keputihan yang tidak normal.

Keputihan merupakan cara alami tubuh wanita untuk menjaga kebersihan dan kelembapan area kewanitaannya. Tak hanya itu, keputihan juga dapat melindungi vagina dari infeksi. Umumnya, keputihan normal tidak mengganggu aktivitas dan dapat mereda dengan sendirinya.

Namun, terkadang keputihan bisa juga disebabkan oleh infeksi atau penyakit tertentu. Kondisi ini akan menimbulkan beberapa gejala yang berbeda dengan keputihan normal pada umumnya.

Ciri-Ciri Keputihan Normal

Keputihan normal memiliki ciri-ciri dan karakteristik sebagai berikut:

  • Berwarna bening atau sedikit putih menyerupai putih telur mentah
  • Bertekstur encer atau sedikit kental dan lengket
  • Tidak berbau
  • Tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri

Keputihan normal merupakan keputihan yang paling sering terjadi dan bisa dialami oleh semua wanita. Hanya saja, jumlah, warna, dan konsistensi cairan keputihan yang keluar dapat berbeda-beda.

Berubahnya ciri-ciri keputihan normal wanita dapat dipengaruhi oleh proses menyusui, ovulasi, efek samping penggunaan pil KB, banyak berolahraga, stres, atau rangsangan seksual.

Ciri-Ciri Keputihan Abnormal

Keputihan yang tidak normal biasanya akan membuat wanita merasa terganggu akibat munculnya gejala-gejala tertentu. Berikut ini adalah ciri-ciri keputihan abnormal yang perlu diperhatikan:

  • Berbau tidak sedap (misalnya bau busuk atau amis) dan menyengat
  • Jumlah keputihan meningkat secara tiba-tiba
  • Berwarna kuning atau kehijauan dengan tekstur kental atau menggumpal
  • Keluar darah dan nyeri setiap berhubungan seks atau di luar waktu menstruasi
  • Muncul ruam, nyeri, dan gatal pada vagina
  • Nyeri atau perih ketika buang air kecil (anyang-anyangan)

Seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, keputihan abnormal dapat menjadi tanda adanya penyakit. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan keputihan abnormal adalah:

Penanganan keputihan abnormal harus disesuaikan dengan penyebabnya. Contohnya, jika keputihan abnormal yang Anda alami disebabkan oleh infeksi jamur, maka dokter akan meresepkan obat antijamur untuk menanganinya.

Cara Mencegah Keputihan Abnormal

Ada beberapa langkah yang bisa Anda ikuti untuk mengurangi risiko keputihan abnormal, antara lain:

  • Bersihkan area kewanitaan menggunakan air hangat dan sabun yang berbahan lembut. Setelah itu, keringkan vagina dari arah vagina menuju anus untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina.
  • Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat.
  • Hindari menggunakan produk pembersih vagina atau sabun yang mengandung pewangi. Penggunaan produk tersebut dapat membasmi bakteri baik di vagina yang berfungsi untuk melindungi vagina dari infeksi.
  • Hindari berendam atau mandi dengan air panas terlalu lama dan sering.
  • Segera ganti pakaian dalam atau celana ketika basah, misalnya ketika banyak berkeringat atau setelah berenang.
  • Ganti pembalut secara rutin selama menstruasi.

Agar terhindar dari penyakit yang dapat menyebabkan keputihan tidak normal, Anda juga disarankan untuk menggunakan kondom saat berhubungan intim dan hindari berhubungan intim dengan lebih dari satu pasangan.

Jika keputihan dirasa tidak mengganggu atau mengarah pada keputihan normal, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila keputihan disertai gejala lain yang menandakan keputihan abnormal, maka Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu penyebab keputihan abnormal. Setelah penyebabnya diketahui, barulah dokter dapat menentukan pengobatan yang sesuai.

Sumber : alodokter .com