Informasi Kesehatan

7 Tanaman Pengusir Nyamuk yang Aman Digunakan

sereh1.jpg

Tips Mengatasi Migrain, Terapkan Cara Ini

“Migrain menyebabkan pengidapnya merasa sakit kepala, mual, hingga…

Kenali Penyebab Sariawan di Vagina dan Cara Mengatasinya

Sariawan di vagina adalah luka terbuka yang muncul…

Waspada, Ini Berbagai Hal Sepele Penyebab Mata Merah

“Ada beberapa hal sederhana yang bisa menyebabkan mata…

Tanaman pengusir nyamuk bisa menjadi alternatif yang lebih bersahabat bagi kesehatan daripada obat pengusir nyamuk. Sebab, bahan aktif diethyl-meta-toluamide (DEET) dalam obat pengusir nyamuk berpotensi memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Tanaman tertentu, seperti bunga lawang, serai wangi, lavender, lemon eukaliptus, dan daun mint, dipercaya sebagai tanaman pengusir nyamuk. Tanaman-tanaman ini tidak membunuh nyamuk, tetapi dapat mengurangi interaksi nyamuk terhadap manusia agar Anda terhindar dari gigitan nyamuk.

Bahaya Obat Nyamuk Kimia

Losion atau pengusir nyamuk berbentuk spray biasanya ditambahkan zat DEET dengan kadar 5–99%. Di satu sisi, bahan kimia ini menawarkan perlindungan terhadap nyamuk hingga 12 jam. Namun di sisi lain, menggunakan bahan kimia berisiko memberi dampak buruk bagi kesehatan.

DEET dapat mengiritasi kulit, bahkan pada beberapa kasus dapat menimbulkan reaksi kulit yang parah. Ada beberapa laporan bahwa paparan DEET dosis tinggi juga berpotensi menyebabkan insomnia, gangguan fungsi kognitif, dan gangguan suasana hati.

Losion atau semprotan nyamuk dengan kadar DEET 10–30% tergolong aman digunakan pada anak kecil usia 2 bulan lebih hingga orang dewasa.

Pilihan Tanaman Pengusir Nyamuk

Anda mungkin tertarik mengusir nyamuk dengan cara yang lebih alamiah, yaitu menggunakan tanaman. Berikut ini adalah tanaman-tanaman yang diyakini dapat membantu mengusir nyamuk:

1. Serai wangi

Serai wangi atau citronella sudah lama dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk. Wangi tanaman ini segar bagi manusia tapi tidak disukai oleh nyamuk. Anda bisa menanam serai wangi di pekarangan rumah atau di dalam pot di dalam rumah untuk mencegah datangnya nyamuk.

2. Kayu manis

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa minyak kayu manis dapat membunuh telur nyamuk. Tak hanya itu, menyemprotkan minyak kayu manis ke kulit atau sekitar rumah juga dapat mengusir nyamuk dewasa.

3. Thyme

Minyak dari ekstrak thyme juga bisa memberi perlindungan dari gigitan nyamuk. Jika Anda ingin membuat sendiri obat nyamuk dari tanaman pengusir nyamuk ini, cobalah campurkan 60 mililiter air dengan 5 tetes minyak thyme. Semprotkan ke bagian tubuh atau tempat-tempat yang ingin Anda hindarkan dari nyamuk.

4. Mint

Daun mint yang wangi dan menyegarkan ternyata juga merupakan salah satu tanaman pengusir nyamuk yang ampuh. Penelitian mengungkap bahwa ekstrak daun mint dalam bentuk minyak, efektif dalam mencegah nyamuk Anopheles hinggap di tubuh.

5. Lavender

Bunga lavender yang telah dilumat akan menghasilkan minyak. Minyak itulah yang berguna untuk mengusir nyamuk. Oleskan minyak dari tanaman mengusir nyamuk tersebut pada anggota tubuh agar Anda terhindar dari gigitan nyamuk.

6. Lemon eukaliptus

Minyak lemon eukaliptus dapat membantu mencegah gigitan nyamuk dan dapat bekerja hingga 2 jam. Obat nyamuk yang mengandung minyak lemon eukaliptus dapat bekerja seefektif obat nyamuk yang mengandung DEET 6,65%. Namun, minyak ini tidak cocok digunakan pada anak berusia di bawah 3 tahun.

Jangan salah ketika ingin membeli. Pilihlah minyak lemon eukaliptus yang dibuat sebagai pengusir nyamuk dan bukan dalam bentuk minyak esensial.

7. Kedelai

Kedelai dapat diolah menjadi minyak kedelai untuk menghindari gigitan nyamuk. Agar efeknya optimal, campurkan minyak kedelai dengan minyak serai. Penelitian mengungkapkan bahwa campuran kedua formula ini ampuh untuk membasmi lebih dari satu jenis nyamuk.

Tanaman pengusir nyamuk ini memang alami, namun Anda juga harus berhati-hati menggunakannya, terutama jika dalam bentuk minyak, sebab ada kemungkinan Anda alergi terhadap bahan-bahan tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, coba oleskan sedikit dulu di kulit tangan dan diamkan sebentar. Jika tidak terjadi ruam atau iritasi, berarti Anda tidak alergi terhadap minyak tersebut. Anda bisa pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sumber : Alodokter .com