Informasi Kesehatan

5 Faktor yang Sebabkan Wajah Tidak Simetris

penyebab-bentuk-wajah-tidak-simetris-dan-pilihan-cara-mengatasinya-1619529805.jpg

Acne Vulgaris: Jenis, Penyebab, dan Penanganan

Acne vulgaris adalah istilah medis yang merujuk pada berbagai…

Fakta dan Jenis Lesung Pipi yang Menarik untuk Diketahui

“Terdapat banyak fakta di balik lesung pipi yang…

Latihan Otot Perut, Rahasia Perut Ramping

Ada beragam cara untuk mendapatkan perut ramping dan…

“Ada beberapa faktor yang dapat sebabkan wajah menjadi tidak simetris. Mulai dari pengaruh genetik, kerusakan akibat sinar matahari, kebiasaan merokok, kebiasaan tertentu, hingga faktor penuaan.”

Ketika melihat wajah pada foto atau cermin, kamu mungkin memperhatikan bahwa wajahmu tidak sejajar satu sama lain. Di mana kondisi ini diketahui sebagai kondisi wajah tidak simetris atau asimetris. Perlu diketahui bahwa kebanyakan wajah tidak simetris atau asimetris sebenarnya merupakan hal yang lumrah. Sebab, hampir setiap orang memilikinya. 

Namun, sebagian orang mungkin tidak menyadarinya karena perbedaannya tidak terlalu mencolok. Sebaliknya, ada juga yang derajat asimetrisnya sangat parah, sehingga seseorang merasa kecantikan wajahnya terganggu. 

Lantaran beberapa penyebab wajah asimetris memang didapat setelah dewasa yang disebabkan pada beberapa faktor. Lantas, kira-kira apa saja faktor tersebut? Yuk, simak informasinya di sini! 

Faktor Penyebab Wajah Tidak Simetris

Terdapat beberapa faktor yang dapat sebabkan wajah menjadi tidak simetris, antara lain: 

1. Pengaruh genetik 

Salah satu penyebab paling umum dari wajah yang tidak simetris adalah pengaruh faktor genetik. Sebab, terkadang bentuk wajah yang asimetris merupakan hasil dari perkembangan perpaduan genetik. Semisal, apabila ada anggota keluarga seperti orang tua memiliki bibir asimetris, anaknya juga berpotensi memiliki bentuk bibir yang sama. 

2. Kerusakan akibat sinar matahari

Faktor selanjutnya yang dapat sebabkan wajah menjadi tidak simetris adalah kerusakan akibat paparan sinar matahari. Di mana seiring bertambahnya usia, paparan sinar UV yang berasal dari sinar matahari dapat memicu gangguan tertentu pada kulit, khususnya wajah. Mulai dari munculnya bercak atau noda hitam, dan tahi lalat baru. 

Di samping itu, kerusakan kulit yang dipicu oleh paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan kerusakan pada satu sisi wajah. Oleh sebab itu, pastikan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari setiap beraktivitas di luar ruangan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30, dan mengenakan pakaian yang tertutup, sekaligus topi. 

3. Kebiasaan merokok 

Kebiasaan merokok memang terbukti menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Terutama memicu kerusakan pada beberapa organ penting pada tubuh, seperti paru-paru. Namun, tak hanya itu, merokok juga diketahui dapat membuat kulit terpapar racun yang terkandung pada rokok. 

Hal ini merujuk sebuah studi yang dipublikasikan pada U.S. National Library of Medicine tahun 2014 silam. Studi tersebut menemukan bahwa kulit wajah yang terpapar racun dari asap rokok, berkorelasi langsung dalam memicu wajah yang tidak simetris. 

4. Kebiasaan tertentu 

Sebagian orang percaya bahwa beberapa kebiasaan dapat memicu wajah asimetris. Misalnya seperti tidur tengkurap, duduk dengan kaki disilangkan ke arah yang sama untuk waktu yang lama, memiliki postur tubuh yang buruk, dan menyandarkan wajah ke tangan. Bahkan, studi sama yang menemukan korelasi antara rokok dengan wajah asimetris, juga menemukan adanya korelasi antara tidur tengkurap dengan wajah yang asimetris. 

5. Faktor penuaan 

Bentuk wajah yang asimetris akan semakin terlihat seiring bertambahnya usia. Hal ini merupakan kondisi yang terjadi secara alami akibat faktor penuaan, dan memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan tulang. Sebab, tulang pada tubuh manusia akan berhenti tumbuh saat pubertas, tapi tulang rawan akan terus bertumbuh seiring bertambahnya usia. 

Artinya, bagian wajah yang terbentuk dari tulang rawan, seperti hidung dan telinga, akan terus tumbuh, sehingga mengalami perubahan bentuk, saat usia semakin bertambah. 

Itulah beberapa faktor yang dapat sebabkan wajah menjadi tidak simetris. Jika saat kamu bercermin kamu merasa bahwa wajahmu tidak simetris, dan ketidaksimetrisannya terlihat mencolok, segeralah periksakan kondisimu. Sebab, wajah tidak simetris tak hanya disebabkan oleh faktor alami, tetapi juga dapat menjadi indikasi akan masalah kesehatan tertentu. 

 

Sumber: Halodoc. com

 Konsultasikan masalah kesehatan anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung sudah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurna.