Informasi Kesehatan

Kepala Kliyengan, Penyebab, Penanganan, dan Pencegahan

10-cara-mengatasi-kepala-kliyengan-yang-ampuh.jpg

Gigi Bungsu Tumbuh Miring, Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Gigi bungsu tumbuh miring adalah salah satu gangguan…

Daun Katuk Bisa Memperbanyak ASI, Mitos atau Fakta?

Salah satu upaya yang sering dilakukan oleh ibu…

Ibu, Ini 5 Cara Memilih Popok Bayi untuk Mencegah Ruam Popok

“Ketidaktepatan memilih popok bayi bisa memicu gesekan dan…

Kepala kliyengan umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap membutuhkan penanganan. Mengetahui penyebab kepala kliyengan dapat menjadi langkah awal untuk mecegah dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Kepala kliyengan sering kali diartikan sebagai rasa pusing seperti berputar atau melayang. Ada juga yang mengartikannya sebagai rasa akan pingsan, jatuh, atau hilang keseimbangan. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa kepala kliyengan berbeda dengan sakit kepala.

 

Kepala kliyengan bukanlah penyakit. Kondisi ini merupakan gejala dari kondisi medis lainnya. Untuk mencegah dan mengobatinya, penting mengenali penyebab kliyengan yang mungkin terjadi.

Beragam Penyebab Kepala Kliyengan

Beberapa kondisi maupun penyakit yang dapat menjadi penyebab kepala kliyengan adalah:

  • Mabuk perjalanan
  • Migrain
  • Vertigo
  • Kadar gula darah rendah (hipoglikemia)
  • Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh
  • Hipotensi ortostatik, yaitu ketika tekanan darah menurun secara tiba-tiba saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring
  • Infeksi, seperti COVID-19, flu, labirinitis, dan vestibular neuritis
  • Anemia
  • Efek samping obat, seperti obat antikejang, antidepresan, obat pelemas otot, obat darah tinggi, dan obat penenang
  • Penyakit kardiovaskular, seperti penggumpalan darah, gagal jantung, aritmia, stroke, atau kardiomiopati
  • Cedera otak
  • Keracunan karbon monoksida
  • Multiple sclerosis
  • Gangguan kecemasan

Penanganan Kepala Kliyengan

Kepala kliyengan yang terjadi sesekali umumnya tidak berbahaya dan bisa ditangani dengan beberapa langkah penanganan mandiri di rumah. Namun, jika kepala kliyengan sering kambuh atau disebabkan oleh penyakit tertentu, diperlukan penanganan medis oleh dokter neurologi.

Penangan mandiri di rumah

Kepala kliyengan, terutama yang terjadi secara mendadak, bisa membuat Anda cemas, bahkan panik. Untuk membantu meringankan keluhan, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Segera duduk atau berbaring sejenak, jika kepala kliyengan muncul saat sedang berdiri.
  • Hindari melakukan perubahan posisi secara mendadak. Jika merasa kehilangan keseimbangan, carilah tumpuan.
  • Jika hendak berdiri dari posisi duduk atau tiduran, lakukan secara perlahan.
  • Redupkan penerangan atau berbaringlah sambil memejamkan mata di dalam ruangan yang gelap agar kepala kliyengan tidak makin parah.
  • Minum banyak air putih atau minuman elektrolit, jika kepala kliyengan disebabkan oleh dehidrasi.
  • Istirahatlah di ruangan yang sejuk, jika kepala kliyengan disebabkan oleh kepanasan.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi ginkgo biloba dan teh jahe yang telah dipercaya berkhasiat sebagai obat kliyengan alami. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan efek samping bahan alami tersebut dalam mengatasi kepala kliyengan.

Penanganan medis

Jika kepala kliyengan tidak bisa diobati dengan cara alami, Anda dapat berkonsultasi ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab kepala kliyengan yang Anda rasakan.

Penanganan medis untuk kepala kliyengan dilakukan berdasarkan penyebabnya. Bahkan jika penyebabnya belum diketahui, atau jika keluhan terus berlanjut, pemberian obat-obatan dan terapi lain akan meredakan kepala kliyengan.

Berikut ini adalah beberapa penanganan medis yang direkomendasikan dokter untuk mengatasi kepala kliyengan:

Obat-obatan

Dokter dapat memberikan obat berupa obat diuretik, antihistamin, antikolinergik, antidepresan, maupun jenis obat lain, sesuai penyebab kepala kliyengan yang Anda alami.

Terapi

Selain memberikan obat-obat, dokter dapat membantu Anda melakukan gerakan atau manuver Epley. Melakukan manuver ini sebanyak 1–2 kali biasanya akan mengurangi keluhan.

Selain itu, dokter mungkin juga menyarankan jenis terapi lain, seperti fisioterapi, terapi keseimbangan, serta psikoterapi.

Pencegahan Kelapa Kliyengan

Selain mengetahu penyebab kliyengan, Anda bisa melakukan beberapa langkah pencegahan kepala kliyengan sebagai berikut:

  • Hindari mengonsumsi kafein, alkohol, dan makanan tinggi garam karena dapat memicu dan memperparah kepala kliyengan.
  • Jangan merokok.
  • Minum lebih banyak air putih, konsumsi makanan bergizi seimbang, tidur yang cukup, dan kelola stres dengan bijak
  • Hindari berendam atau mandi air panas terlalu lama, terutama jika Anda mudah pusing
  • Hindari melakukan olahraga intensitas tinggi atau yang memiliki tempo cepat, terutama jika Anda masih pemula atau belum terbiasa berolahraga.
  • Usahakan untuk tidak melewatkan waktu makan.
  • Hindari mengemudi, berdiri di tempat tinggi, menaiki tangga, berjalan dalam kegelapan, atau memakai sepatu hak tinggi, terutama jika Anda sudah mulai merasa pusing.
  • Berlatih yoga atau tai chi untuk meningkatkan keseimbangan tubuh.

Kepala kliyengan yang tidak tertangani dapat mengakibatkan kehilangan keseimbangan, jatuh, bahkan pingsan. Kondisi ini bisa sangat berbahaya, terutama saat Anda sedang mengemudi, menaiki tangga, atau mengoperasikan alat berat.

Oleh karena itu, jika kepala kliyengan cukup sering dialami, tidak kunjung membaik, atau berlangsung sampai berhari-hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Namun, jangan menunda untuk ke IGD di rumah sakit terdekat jika kepala kliyengan terjadi setelah cedera kepala, disertai dengan muntah terus-menerus, nyeri dada, sesak napas, penglihatan ganda, mati rasa atau kesulitan menggerakkan anggota tubuh, atau kejang. Kondisi tersebut termasuk dalam situasi gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera.

 

Sumber: alodokter.com