Informasi Kesehatan

6 Pantangan Jantung Bengkak yang Perlu Diketahui

6-pantangan-jantung-bengkak-yang-perlu-diketahui-0-alodokter.jpg

Kenali Makanan yang Dapat Memicu Radang Sendi

“Radang sendi bisa kambuh bila kamu mengonsumsi jenis…

Cara Menggunakan Pore Pack untuk Mengangkat Komedo

Pore pack adalah plester yang ditempelkan ke hidung untuk…

Awas, Makan Sate Kambing Berlebihan Bisa Sebabkan Kolesterol

“Mengonsumsi sate kambing sebenarnya tidak masalah, asal tidak…

Pantangan jantung bengkak penting untuk diketahui dan dijauhi oleh penderitanya guna mencegah perburukan kondisi. Beberapa pantangan umumnya berupa kebiasaan buruk, seperti makan makanan tinggi garam dan kurang tidur.

Jantung bengkak atau disebut juga kardiomegali dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, dan gangguan irama jantung. Beberapa kondisi tersebut bisa menyebabkan jantung bekerja lebih keras dan otot jantung menebal, sehingga jantung membesar atau mengalami pembengkakan.

Agar kondisi jantung bengkak tidak makin memburuk, penderita kardiomegali perlu menghindari semua pantangan jantung bengkak dan menjalani pengobatan bila dianjurkan oleh dokter.

Beberapa Pantangan Jantung Bengkak

Selain menjalani pola hidup sehat, penderita jantung bengkak juga perlu memperhatikan hal-hal apa saja yang perlu dihindari. Berikut ini adalah beragam pantangan jantung bengkak:

1. Mengonsumsi makanan tinggi garam

Penderita jantung bengkak perlu menjalani diet rendah garam. Pasalnya, garam dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air sehingga tekanan darah pun meningkat dan memperparah jantung bengkak.

Meski garam menjadi pantangan bagi penderita jantung bengkak, Anda sebetulnya tetap dapat mengonsumsinya dalam jumlah terbatas, yaitu kurang dari 5 gram atau kurang dari 1 sendok teh per harinya.

2. Makan makanan berlemak

Mengonsumsi makanan berlemak, seperti gorengan, makanan cepat saji, dan makanan olahan, juga menjadi pantangan bagi penderita jantung bengkak. Makanan berlemak dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh yang bisa merusak pembuluh darah dan memperburuk gangguan pada jantung.

3. Mengonsumsi banyak gula

Makanan yang mengandung banyak gula, seperti teh manis, kue, dan permen, perlu dihindari oleh orang yang mengalami pembengkakan jantung. Asupan gula berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes yang akhirnya mengganggu kerja jantung.

Selain gula, penderita kardiomegali juga perlu mengurangi asupan karbohidrat sederhana lain, seperti sirup, tepung kastor, dan karamel. Sebaliknya, karbohidrat kompleks lebih dianjurkan untuk penderita jantung bengkak. Nutrisi tersebut bisa diperoleh dari kentang, oatmeal, singkong, dan roti gandum.

4. Merokok

Pantangan jantung bengkak selanjutnya adalah merokok. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa zat dan senyawa aktif dalam rokok serta asapnya, seperti nikotin dan karbon monoksida, dapat menurunkan fungsi jantung sehingga memperparah kondisi jantung bengkak.

5. Minum minuman beralkohol

Mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol juga sebaiknya dihindari oleh penderita jantung bengkak. Minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar lemak dalam tubuh yang akhirnya menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, sehingga berdampak buruk pada fungsi jantung.

6. Kurang tidur

Pantangan jantung bengkak yang tidak kalah penting lainnya adalah kurang tidur. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Selain menjauhi pantangan di atas, orang yang mengalami kardiomegali juga perlu menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah masalah pada jantungnya makin memburuk, seperti:

  • Berolahraga secara rutin
  • Memperbanyak asupan serat, seperti buah dan sayur
  • Mencukupi asupan gizi seimbang
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengelola stres dengan baik, misalnya dengan meditasi dan menjalani hobi

Selain menjalani pola hidup sehat dan menghindari pantangan jantung bengkak, penderitanya juga perlu menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, misalnya mengonsumsi obat jantung bengkak secara teratur dan memeriksakan diri secara berkala ke dokter guna mencegah kondisi jantung makin memburuk.

Jika Anda memiliki riwayat jantung bengkak atau penyakit jantung tertentu dan mengalami tanda-tanda, seperti nyeri dada seperti ditimpa beban berat yang berlangsung lama, sesak napas, lemas, dan muntah, segeralah ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis segera.