Informasi Kesehatan

Penyakit Kuning Bisa Disebabkan Anemia Hemolitik

penyakit-kuning-doktersehat.jpg

Komplikasi yang Bisa Terjadi karena Skoliosis

“Sebagian besar skoliosis bersifat ringan dan bisa dikelola…

Ini Macam-Macam Jenis Hipertensi yang Perlu Diketahui

“Jenis hipertensi yang berbeda akan menimbulkan gejala dan…

Kaki Kram Saat Tidur, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kaki kram saat tidur merupakan kondisi yang umum…

Penyakit kuning terjadi ketika kulit dan bagian putih dari bola mata berubah warna menjadi kekuningan. Sebenarnya, penyakit kuning bukan penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis lain. Salah satu kondisi medis yang bisa menyebabkan penyakit kuning adalah anemia hemolitik. 

Berbeda dengan anemia biasa, anemia hemolitik terjadi ketika penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat, dibanding pembentukannya. Penyakit ini perlu ditangani dengan tepat dan cepat, agar tidak terjadi komplikasi serius, terutama pada jantung, seperti gangguan irama jantung atau gagal jantung.

Anemia Hemolitik Bisa Dialami Sejak Lahir

Anemia hemolitik bisa dialami seseorang sejak lahir, karena kondisi ini dapat diturunkan dari orangtua atau berkembang setelah lahir. Pada kasus anemia hemolitik yang tidak diturunkan, biasanya penyebabnya adalah penyakit, paparan zat kimia, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Gejala anemia hemolitik bisa tampak ringan di awal penyakit, lalu memburuk secara perlahan ataupun tiba-tiba. Seperti apa gejalanya pun bisa bervariasi pada setiap pengidap. Namun, umumnya adalah:

  • Pusing.
  • Kulit pucat.
  • Tubuh cepat terasa lelah.
  • Demam.
  • Urine berwarna gelap.
  • Kulit dan bagian putih mata menguning.
  • Perut terasa tidak nyaman, akibat pembesaran limpa dan hati.
  • Jantung berdebar.

Jika mengalami gejala seperti itu, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Hal-Hal yang Jadi Penyebab Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik umumnya diturunkan dari orangtua atau berkembang setelah lahir. Adapun beberapa penyebab anemia hemolitik yang dipicu oleh faktor keturunan adalah:

  • Anemia sel sabit;
  • Sferositosis;
  • Ovalositosis;
  • Thalasemia;
  • Kekurangan enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD);
  • Kekurangan enzim piruvat kinase.

Sementara itu, hal-hal di luar faktor keturunan yang menyebabkan anemia hemolitik, yaitu:

  • Penyakit infeksi, seperti tipes, hepatitis, atau infeksi virus Epstein-Barr.
  • Penyakit autoimun, seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan kolitis ulseratif.
  • Efek samping obat-obatan, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), paracetamol, dapsone, levodopa, metildopa, rifampicin, serta beberapa jenis antibiotik.
  • Kanker, terutama kanker darah.
  • Digigit ular berbisa.
  • Keracunan arsenik.
  • Menerima transfusi darah dari golongan darah yang berbeda.
  • Reaksi tubuh terhadap operasi transplantasi organ.

Bisakah Anemia Hemolitik Dicegah?

Anemia hemolitik sebenarnya bisa dicegah, tetapi tergantung pada apa penyebabnya. Jika disebabkan oleh efek samping obat-obatan, pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari obat yang dapat memicu penyakit ini. 

Selain itu, anemia hemolitik juga bisa dilakukan dengan mencegah infeksi, seperti menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang terkena infeksi, menjauhi kerumunan orang banyak, mencuci tangan secara rutin, dan menghindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang.

Namun, anemia hemolitik yang disebabkan oleh faktor keturunan tidak dapat dicegah. Meski begitu, jika kamu atau anggota keluarga ada yang mengidap anemia hemolitik akibat faktor keturunan, kamu bisa menjalani konsultasi genetik untuk mengetahui seberapa besar peluang penyakit ini diturunkan ke anak, di kemudian hari. 

Sumber : halodoc. com

Konsultasikan masalah kesehatan Anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung telah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurn