Informasi Kesehatan

Bolehkan Minum Air Kelapa setelah Vaksinasi? Ini Faktanya

air_kelapa3.jpg

Berbagai Cara Menurunkan Kolesterol

Ada beragam cara menurunkan kolesterol yang bisa dilakukan.…

Ketahui Penyebab Covid-somnia dan Cara Mengatasinya

Covid-somnia merupakan istilah untuk menjelaskan kondisi susah tidur…

Mengenal Rapid Test HIV dan Efektivitasnya

Rapid test HIV bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya infeksi…

“Mitosnya, habis vaksin minum air kelapa bisa menurunkan efektivitas vaksin. Namun, mitos itu tidak perlu dipercaya, karena air kelapa tidak menimbulkan efek apapun jika diminum setelah vaksinasi.”

Vaksinasi menjadi langkah sederhana dan efektif untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit tertentu. Prosesnya dilakukan dengan menyuntikkan vaksin guna membangun ketahanan alami tubuh terhadap infeksi.

Vaksin berisi patogen (virus, parasit atau bakteri) penyebab penyakit yang sudah dimatikan atau dilemahkan. Penyuntikkan patogen ke dalam tubuh berguna memicu sistem kekebalan tubuh membuat antibodi.

Antibodi inilah yang akan memerangi penyakit jika terdeteksi di dalam tubuh. Mitos menyebutkan jika air kelapa yang diminum setelah vaksinasi dapat menurunkan kinerja vaksin dalam tubuh. Apakah benar?

Faktanya, Air Kelapa Tidak Mengubah Cara Kerja Vaksin

Sah-sah saja habis vaksin minum air kelapa. Ini tidak akan menghilangkan kandungan vaksin dalam tubuh. Air kelapa memiliki kandungan baik yang dapat menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.

Sementara vaksin, di dalamnya mengandung senyawa yang dapat memicu terbentuknya antibodi guna meningkatkan kekebalan tubuh. Air kelapa bersifat menetralisir. Tapi, ini hanya berpengaruh pada racun saja. 

Sedangkan vaksin bukanlah racun, jadi, air kelapa tidak akan berpengaruh jika diminum setelahnya. Air kelapa justru punya banyak manfaat baik untuk tubuh. 

Tak hanya menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit saja. Natrium, fosfor, kalsium, karbohidrat dan vitamin dalam air kelapa juga ikut membantu memperkuat kekebalan tubuh setelah vaksinasi.

Manfaat Air Kelapa bagi Tubuh

1. Menjaga Kesehatan Jantung 

Air kelapa dapat membantu meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat guna melindungi organ jantung. Sifat antiplatelet dan antiinflamasi di dalamnya menurunkan risiko pembentukan plak dan meningkatkan sirkulasi darah.

2. Mengatasi Sakit Perut 

Mulas menyebabkan hilangnya mineral seperti magnesium, kalium dan natrium dari makanan. Air kelapa mengandung potassium dan vitamin yang dapat memenuhi asupan beberapa jenis mineral tersebut. Selain itu, air kelapa juga mengandung tanin yang efektif mengurangi intensitas sakit perut.

3. Mencegah Batu Ginjal 

Air kelapa dapat membantu melarutkan batu ginjal berkat kandungan potassium di dalamnya. Potassium bekerja dengan meluruhkan batu ginjal, sehingga mudah dikeluarkan dari dalam tubuh saat buang air kecil.

4. Mencegah Penuaan

Kandungan sitokinin dalam air kelapa memiliki efek antipenuaan pada sel dan jaringan dalam tubuh. Ini efektif menurunkan risiko penyakit yang terkait dengan usia, termasuk demensia dan Alzheimer.

5. Menurunkan Tekanan Darah 

Kalium dalam air kelapa efektif menurunkan tekanan darah pada pengidap tekanan darah tinggi. Terlebih lagi, air kelapa memiliki aktivitas antitrombotik yang dapat mencegah terbentuknya gumpalan darah.

Itulah penjelasan mengenai minum air kelapa setelah vaksinasi dan manfaat lainnya bagi tubuh. Sederhananya, air kepala tidak menurunkan efektivitas vaksin, justru meningkatkan respons kekebalan tubuh terhadap kandungan vaksin.

Jika kamu mengalami gangguan kesehatan pasca vaksinasi, segera buat janji rumah sakit untuk melakukan perawatan. Perawatan dan pemantauan diperlukan guna menurunkan risiko komplikasi setelah vaksin, termasuk reaksi alergi.

 

Sumber: halodoc .com

Konsultasikan masalah kesehatan anda di Klinik Pelita Sehat; klinik BPJS Bogor dan klinik terfavorit keluarga. Klinik Pelita Sehat memiliki 5 cabang yang tersebar di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Klinik Pelita Sehat cabang Pomad dan Klinik Pelita Sehat cabang Bangbarung sudah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai akreditasi Paripurna